Drive-In dan Pesan Antar, Cara Australia Menuju 'New Normal'

CNN Indonesia | Senin, 25/05/2020 14:53 WIB
Noosa, Queensland, Australia - March 11, 2014:  Young couple carrying a surfboard and talking walk along the walkway by the beach where sunbathers are out in the sun at this Sunshine Coast holiday beach destination of Noosa. Penduduk Australia menikmati pantai usai pelonggaran lockdown akibat virus corona. (istockphoto/brians101)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak mengumumkan kasus pertama virus corona (Covid-19) pada 25 Januari lalu, pemerintah Australia segera mengumumkan rencana tanggap darurat untuk mencegah infeksi meluas.

Dilansir dari ABC, satu-satunya sumber infeksi virus terbesar di Australia adalah kapal pesiar yang memasuki Sydney pada 19 Maret, di mana hampir 2.700 penumpang turun dan selusin di antaranya menunjukkan gejala Covid-19.

Australia pun turut memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) sejak Maret lalu dan akan berakhir pada Juli mendatang.


Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengatakan ia berencana membuka kembali perekonomian dan aktivitas masyarakat.


Morrison membeberkan tiga tahap pelonggaran lockdown yang diprediksi akan selesai dilakukan hingga Juli mendatang.

Rencana ini menandai langkah Australia untuk memasuki masa kenormalan baru (new normal), dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

Covid-19 memaksa bisnis di Australia untuk beradaptasi dengan pasar yang baru dan terus berubah.

Penerapan new normal diyakini tidak berjalan mudah di beberapa sektor bisnis di Australia, tetapi setidaknya tetap membantu roda perekonomian tetap berjalan, daripada harus berhenti sama sekali di bawah penguncian wilayah.

Seperti yang dilakukan oleh pemilik toko kelontong di Melbourne, Wendy Yu, ia mengatakan selama wabah virus corona melanda, pelanggan lebih memilih menggunakan layanan pesan antar.

Akibat dari pembatasan sosial, dia telah memasok buah dan sayuran ke kafe, restoran, dan kantor. Yu berencana untuk terus menawarkan layanan pengiriman selama masih ada permintaan untuk layanan tersebut.


Profesor Pemasaran dari Universitas Victoria, Anne-Marrie, Hede, mengatakan kehidupan bisnis di seluruh negeri dipaksa untuk menyesuaikan dengan kondisi perdagangan yang baru.

"Konsumen ingin kembali (berbelanja) ke toko, tidak ada keraguan tentang itu. Tapi saya pikir, mungkin konsumen juga menikmati pelayanan ekstra yang mereka dapatkan," kata Hede.

Dia menambahkan, periode perdagangan ini bisa secara permanen mengubah apa yang diharapkan pelanggan dari sebuah bisnis dan bagaimana pengoperasiannya.

Selain menyediakan layanan pesan antar, bisnis juga beralih ke sistem daring karena pertokoan terpaksa tutup akibat lockdown.

Dilansir dari Business Insider, seperti yang dilakukan oleh tempat pembuatan bir, Two Birds Brewing, mereka bertransisi dengan cepat untuk mengalihkan semua penjualan bir ke toko daring mereka.

Pelonggaran pembatasan Covid-19 menuju new normal di Australia Barat juga disambut oleh banyak pihak. Namun sektor perhotelan dan pariwisata memperingatkan masih banyak bisnis yang tidak bisa beroperasi.

Di sektor hiburan, pertunjukan teater atau musik live yang mengadaptasi sistem drive-in atau menikmati pertunjukan dari mobil sedang menjadi tren baru.


Dilansir The Sydney Morning Herald, Drive-In Entertainment Australia bekerja sama dengan dewan lokal menghadirkan berbagai pertunjukan langsung ke drive-in, dengan pembelian tiket menggunakan perangkat elektronik dan pemindaian manual.

Pertunjukan drive-in ini berpotensi untuk disiarkan langsung ke mobil melalui konferensi video dan memungkinkan penonton untuk berinteraksi dengan para artis.

Sebagai syarat masuk, penonton hanya diminta untuk tidak keluar dari kendaraan saat berada di lokasi, kecuali untuk menggunakan toilet. Pembelian makanan akan tersedia melalui pesanan tanpa kontak dan dikirim oleh penjaja makanan di lokasi. (ans/ayp)

[Gambas:Video CNN]