Laporan baru ini memicu pertanyaan terkait pihak berwenang yang dianggap tidak mewaspadai adanya ancaman penularan virus.
Mengutip Associated Press, Perdana Menteri negara bagian Australia Barat, Mark McGowan mengatakan enam dari 48 awak kru kapal Al-Kuwait dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Keenam kru yang terinfeksi telah dipindahkan ke hotel karantina di dekat kota Pert.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua kementerian federal keberatan dengan langkah pemerintah Australia Barat yang mengizinkan kapal Kuwait berlabuh.
Foto: CNN Indonesia/FajrianInsert Artikel - Waspada Virus Corona |
McGowan mengatakan kapal kargo tersebut meninggalkan Uni Emirat Arab pada 7 Mei dan diberi izin oleh Departemen Pertanian, Air, dan Lingkungan Australia pada Rabu (27/5) untuk berlabuh di Freemantle.
Menteri Pertanian, David Littleproud, mengatakan pihaknya mendapat laporan bahwa tiga awak kapal sedang sakit, namun tidak memiliki gejala terinfeksi virus corona.
McGowan menyebut pada Jumat (22/5) lalu Angkatan Perbatasan Australia memberikan persetujuan agar kapal tersebut berlabuh di Fremantle. Kapten kapal melaporkan satu awaknya mengalami suhu tubuh tinggi dan tiga lainnya menunjukkan gejala serupa selama 15 hari sebelumnya.
"Saya ingin memastikan bahwa mereka melakukan persis apa yang dikatakan. Sebelum kita meningkatkan kecemasan masyarakat, penting bagi kita untuk melewati ini dengan tenang dan bekerja dengan fakta dan bukti," ujar Littleproud.
Australia mulai menyusun tiga rencana untuk membuka kembali perekonomian dan aktivitas masyarakat dengan melonggarkan lockdown setelah kurva penularan virus corona mengalami penurunan. (ans/evn)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian