Kim Jong-un Pimpin Pertemuan Militer Korea Utara

tim, CNN Indonesia | Minggu, 24/05/2020 09:31 WIB
North Korean leader Kim Jong-Un attends the unveiling of two statues of former leaders Kim Il-Sung and Kim Jong-Il in Pyongyang on April 13, 2012. North Korea's new leader Kim Jong-Un on April 13 led a mass rally for his late father and grandfather following the country's failed rocket launch. AFP PHOTO/PEDRO UGARTE (Photo by PEDRO UGARTE / AFP) Kim Jong-un Pimpin Pertemuan Militer Korea Utara (AFP/PEDRO UGARTE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengadakan pertemuan Komisi Militer Pusat membahas kebijakan baru untuk meningkatkan pencegahan perang nuklir.

Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) memberitakan pertemuan itu turut membahas langkah-langkah militer dan politik guna meningkatkan pasukan bersenjata secara keseluruhan.

"Yang ditetapkan dalam pertemuan itu adalah kebijakan baru untuk meningkatkan pencegahan perang nuklir dan menempatkan pasukan bersenjata dalam operasi siaga tinggi sejalan dengan pengembangan angkatan bersenjata," tulis KCNA, Minggu (24/5).


Kim Jong-un diberitakan menekankan pentingnya mewujudkan kepemimpinan monolitik partai atas militer. Ia menandatangani tujuh perintah terkait tindakan militer untuk meningkatkan tanggung jawab serta peran lembaga pendidikan militer.

Namun, KCNA tak mendetailkan kebijakan baru yang dipersiapkan Korea Utara.


Salah satu tokoh pengembangan senjata Korea Utara, Ri Pyong-chol, dikabarkan ikut dalam pertemuan tersebut dan terpilih menjadi Wakil Ketua Komisi Militer Pusat.

KCNA juga tidak memberikan penjelasan mengenai waktu dan tempat pertemuan tersebut digelar. Namun, Kantor Berita Yonhap melaporkan, media pemerintah itu biasanya melaporkan aktivitas Kim Jong-un satu hari setelah kejadian.

Pertemuan itu menjadi acara publik pertama yang dihadiri Kim Jong-un setelah 'menghilang' dari publik selama 20 hari yang memicu spekulasi tentang kondisi kesehatannya.

Pembahasan tersebut juga menjadi yang pertama setelah Kim Jong-un memimpin pertemuan Komisi Militer Pusat pada pertengahan Desember 2019 lalu. (chri/chs)

[Gambas:Video CNN]