Angkut Bensin, Kapal Tanker Iran Tiba di Venezuela

CNN Indonesia | Selasa, 26/05/2020 08:42 WIB
(FILES) In this file photo taken on April 30, 2019, an oil tanker is pictured off the Iranian port city of Bandar Abbas, which is the main base of the Islamic republic's navy and has a strategic position on the Strait of Hormuzon. - Iran's Revolutionary Guards said Thursday they had detained a Ilustrasi kapal tanker Iran. (ATTA KENARE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapal tanker Iran yang yang membawa bensin dan produk turunan minyak lainnya tiba di Venezuela pada Senin (25/5) waktu setempat.

Kedatangan satu dari lima kapal Iran itu diumumkan Caracas di tengah kekhawatiran di Washington atas meningkatnya tensi hubungan kedua negara.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di televisi pemerintah, Menteri Perminyakan Tareck El Aissami mengatakan konvoi itu merupakan wujud kemandirian rakyat Venezuela. Dia memuji persahabatan dengan Teheran di saat Venezuela membutuhkan.



"Betapa beruntungnya memiliki Iran di masa-masa ini," kata El Aissami seperti dikutip dari AFP.

El Aissami juga berbagi foto ketika kapal Fortune itu tiba di kilang El Palito lewat Twitter. "Kami terus berusaha dan MENANG!" tulis El Aissami.

Sementara itu, Amerika Serikat terus memantau pengiriman tersebut. Mereka khawatir Iran dan Venezuela di mana keduanya disanksi AS akan kembali meningkatkan kerja sama.


Tanker-tanker Iran berhasil melewati kapal perang AS yang berada di lepas pantai Venezuela yang berusaha mencegah kedatangan kapal tersebut.

Bulan lalu setelah Washington mengumumkan bahwa mereka meningkatkan kehadiran angkatan laut karena ada peningkatan kejahatan di sana.

Ketegangan antara Washington dan Caracas kembali memanas setelah Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menyatakan tentara mereka berhasil menangkap sekelompok tentara bayaran, termasuk dua orang warga AS, yang diutus untuk menangkapnya.


AS memutuskan hubungan diplomatik dengan Venezuela pada 2019 setelah Prsiden Donald Trump dan Maduro saling kecam soal situasi krisis politik dan ekonomi di negara tersebut. Trump juga mengakui tokoh oposisi Venezuela, Juan Guaido, sebagai presiden interim.

Kelompok oposisi Venezuela dan AS menuduh Venezuela merekayasa kejadian itu untuk mengalihkan perhatian dari krisis yang terjadi di negara tersebut. (dea)

[Gambas:Video CNN]