Palestina Tolak Bantuan Medis dari Arab yang Tiba di Israel

CNN Indonesia | Minggu, 24/05/2020 14:19 WIB
Dokter gigi menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) bersiap untuk memeriksa pasien di salah satu klinik gigi di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Penggunaan APD tersebut untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 dan menjadi Standar Operasional Prosedur (SOP) pemeriksaan gigi saat pandemi. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc. Ilustrasi. Alat pelindung diri (APD) yang digunakan tenaga medis untuk merawat pasien positif virus corona. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Palestina menolak bantuan kemanusiaan untuk mengatasi pandemi virus corona dari Uni Emirat Arab (UEA) yang diterbangkan dari Israel, atas dasar kekhawatiran Palestina akan kedaulatan negara.

Pada hari Selasa (19/5), maskapai Etihad Airlines terbang perdana membawa bantuan kemanusiaan untuk Palestina dari UEA ke Israel.

Dalam beberapa tahun terakhir Israel dan UEA dipersatukan karena keprihatinan mereka tentang Iran.


Namun pada hari Kamis (21/5), Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh mengatakan bahwa pemerintah hanya mengetahui tentang pengiriman bantuan itu dari laporan media.

"Kami tidak diberitahu tentang ini dan tidak ada koordinasi dengan kami, baik dengan duta besar kami di Emirates atau di sini," katanya seperti yang dikutip dari AP.

Pesawat Etihad Airlines lepas landas dari Abu Dhabi dan mendarat di Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv, dengan membawa pakaian pelindung, ventilator, dan peralatan medis lainnya.

Menteri Kesehatan Palestina mengatakan, otoritas setempat tidak dapat menerima bantuan itu dengan alasan pentingnya memiliki kedaulatan.

Dilansir dari Al-Monitor, saat ini belum jelas ke mana bantuan itu pergi.

Palestina mengontrol wilayah Tepi Barat, yang diakui banyak negara sebagai tanah Palestina yang ditempati Israel.

Saat ini ada 423 kasus virus corona yang terkonfirmasi di wilayah Palestina, meliputi Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Beberapa masyarakat Palestina memuji cara Perdana Menteri penanganan pandemi virus corona.

Sementara itu sebagian penduduk Palestina di Yerusalem mengeluhkan langkah Israel dalam menghadapi Covid-19.

(ans/ard)

[Gambas:Video CNN]