Kasus Kematian akibat Corona di AS Tembus 100 Ribu

CNN Indonesia | Kamis, 28/05/2020 05:22 WIB
A health worker carries a body on a stretcher outside Gregorio Maranon hospital in Madrid on March 25, 2020. - Spain joined Italy today in seeing its death toll from the coronavirus epidemic surpass that of China, as more than a billion Indians joined a lockdown that has confined a third of humanity. (Photo by OSCAR DEL POZO / AFP) Ilustrasi. Amerika Serikat pada Kamis (28/5) pagi waktu Indonesia, mencatat 1.261 kematian baru akibat Covid-19 dan secara total telah tembus 100 ribu kasus meninggal. (AFP/OSCAR DEL POZO)
Jakarta, CNN Indonesia -- John Hopkins University mengumumkan, pada Kamis (28/5) pagi waktu Indonesia, bahwa kematian akibat virus corona Covid-19 di Amerika Serikat kini telah tembus 100 ribu kasus.

Pada Kamis (28/5), berdasarkan data Worldometer, terdapat penambahan angka kematian mencapai 1.261. Kini, Amerika Serikat mencatat 101.833 orang meninggal dunia karena Covid-19.

Angka itu menjadikan kasus Covid-19 di Amerika Serikat menjadi yang terburuk dari seluruh negara di dunia.


Sementara itu, terdapat penambahan 16.628 kasus positif sehingga kini jumlah kasus Covid-19 di negara tersebut mencapai 1.741.903 dengan angka sembuh mencapai 485.580.


Jumlah kasus positif di AS tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan negara di bawahnya, Brazil yang mencatat 399.632 kasus, Rusia 370.680 kasus, Spanyol dengan 283.849, dan Inggris Raya dengan 267.240.

AFP melaporkan kasus kematian pertama akibat Covid-19 di Amerika Serikat tercatat terjadi pada tiga bulan lalu. Sejak saat itu, ribuan orang terjangkit dan meninggal setiap harinya.

Namun, sejumlah ahli menduga angka kematian dan infeksi Covid-19 di Amerika Serikat yang sebenarnya terjadi lebih tinggi dari yang tercatat.

Angka kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat yang telah melewati 100 ribu kasus ini diumumkan setelah seluruh negara bagian mulai melonggarkan lockdown. (AFP/end)

[Gambas:Video CNN]