Penerbangan Selandia Baru-Australia Akan Dibuka Kembali

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 29/05/2020 11:07 WIB
Perth, AUSTRALIA - September 3, 2017: Perth airport of western Australia Ilustrasi suasan di bandara Perth. Penerbangan dari dan menuju Selandia Baru-Asutralia akan dibuka kembali dalam waktu dekat. (Foto: Istockphoto/bee32)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selandia Baru berencana membuka kembali penerbangan dari dan menuju Australia dalam waktu dekat sebagai bagian dari relaksasi pasca penguncian wilayah (lockdown) akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan cetak biru atau blue print terkait rencana membuka kembali penerbangan antara negaranya dan Australia akan diumumkan pada awal Juni nanti.

"Ada antusiasme dari kedua belah pihak Tasman agar proposal ini diproses sesegera mungkin ketika kondisi telah aman," kata Ardern kepada wartawan di Wellington seperti dilansir CNN pada Kamis (28/5).


Selandia Baru dan Australia memang tengah mendiskusikan kemungkinan membuka kembali perbatasan antar-kedua negara dengan membentuk koridor wisata atau biasa disebut 
travel bubble.

Cetak biru itu diprediksi akan mencakup tata cara pembukaan perjalanan antara kedua negara dan prosedur di sektor pariwisata di era new normal pasca pandemi corona.

Prosedur baru itu itu mencakup tata cara penerbangan, perlindungan di atas pesawat, keselamatan di bandara, dan pelacakan kontak di tujuan kedatangan.

Meski begitu, Ardern tak menjelaskan kapan jelasnya penerbangan dan koridor perjalanan antar kedua negara akan dibuka.

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Insert Artikel - Waspada Virus Corona

Selandia Baru dan Australia menutup akses masuk untuk warga asing sejak Maret lalu sebagai langkah mengantisipasi penyebaran virus corona.

Langkah itu berimbas pada sektor pariwisata kedua negara. 

Selandia Baru dalam beberapa waktu terakhir mulai mengizinkan warga untuk kembali bekerja setelah laporan nihil kasus baru virus corona. Negeri Kiwi mencatat 1.137 kasus corona dengan 20 kematian di tengah lockdown selama lima pekan.

Sementara negara tetangga, Australia, juga mulai melonggarkan aturan lockdown di beberapa negara bagian. Warga mulai diizinkan beraktivitas di luar ruangan dan melakukan pertemuan dalam jumlah kecil.

Sejumlah aktivitas perekonomian juga mulai beroperasi kembali demi beradaptasi dengan situasi new normal pasca-pandemi. (rds/evn)

[Gambas:Video CNN]