Kanada Catat Rekor Suhu Tinggi akibat Gelombang Panas

CNN Indonesia | Jumat, 29/05/2020 04:50 WIB
NEW YORK, NY - AUGUST 29: A man rests along the Coney Island boardwalk on a hot afternoon, August 29, 2018 in the Brooklyn borough of New York City. The New York City area is under a heat advisory through Wednesday night, with humid temperatures soaring into the mid 90s during the day.   Drew Angerer/Getty Images/AFP Ilustrasi gelombang panas. Gelombang panas yang terjadi di Kanada tepat kala mulai melonggarkan lockdown membuat rekor suhu tinggi untuk bulan Mei. (Drew Angerer/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Lingkungan Kanada menyebut bahwa suhu di Montreal pada Rabu (27/5) mencetak rekor tertinggi dalam sejarah untuk bulan Mei, akibat gelombang panas yang melanda sebagian negara tersebut.

Suhu di Bandara Internasional Pierre Elliott Trudeau di Montreal tercatat mencapai 36,6 derajat Celsius. Suhu tersebut membuat kota itu menjadi yang terpanas di Kanada.

Capaian suhu tersebut juga menjadi suhu tertinggi kedua sepanjang sejarah Kanada, di bawah 37,6 derajat Celsius pada Agustus 1975.


Sebelumnya, suhu kedua terpanas yang tercatat adalah 34,7 derajat Celsius pada 2010 silam.


Kawasan Ontario dan Ottawa juga mencatatkan rekor suhu tinggi yaitu 35 derajat Celsius. Namun Kementerian Lingkungan Kanada mengatakan suhu tersebut terasa seperti 40 derajat di dua kota itu.

Sedangkan di Toronto, setengah lusin pusat pendingin dibuka untuk publik karena pemerintah setempat mengeluarkan peringatan panas ekstrem.

"Ini panas yang kuat," kata pakar cuaca Kementerian Lingkungan, Simon Legault. "Dan ini hanya bukan Mei"

Ia menyebut kondisi tersebut "benar-benar luar biasa" di Kanada pada tahun ini, terutama hanya tiga pekan setelah hujan salju yang terlambat datang.

"Bahkan ini lebih panas dari rekor yang pernah terjadi di Juni dan Juli," katanya.

Legault mengatakan fenomena cuaca itu terjadi karena front atau batas massa udara panas dan lembab yang datang dari Teluk Meksiko di Amerika Serikat bagian selatan. Daerah itu pun mengalami suhu panas yang sama pada pekan ini.


Pada Kamis (28/5), peringatan panas yang dikeluarkan pemerintah setempat tetap berlaku saat suhu berkisar 30-33 derajat Celsius di sebagian besar Ontario, Quebec, dan New Brunswick.

Peringatan juga dikeluarkan kala masyarakat berada dalam risiko kelelahan atau stroke akibat panas.

Gelombang dan suhu panas ini diperkirakan akan menurun pada Jumat atau Sabtu ini, dengan front dingin berembus membawa awan hujan.

Suhu tinggi di Kanada ini tiba tepat kala negara tersebut mulai melonggarkan lockdown yang amat dinanti oleh masyarakat.

Monteal tercatat menjadi daerah yang cukup terdampak pandemi, sebanyak 6.900 kematian terjadi atau lebih dari sepertiga angka kematian Covid-19 di Kanada. (AFP/end)

[Gambas:Video CNN]