Trump Akan Bahas Respons AS terhadap Sikap China ke Hong Kong

CNN Indonesia | Jumat, 29/05/2020 09:17 WIB
US President Donald Trump (C) addresses the National Assembly in Seoul on November 8, 2017. - Trump's marathon Asia tour moves to South Korea, another key ally in the struggle with nuclear-armed North Korea, but one with deep reservations about the US president's strategy for dealing with the crisis. (Photo by Lee Jin-man / AFP) Presiden AS Donald Trump mengatakan akan mengeluarkan pernyataan terkait respons AS terhadap sikap China di tengah ketegangan. (Lee Jin-man / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump mengatakan akan mengeluarkan pernyataan terkait respons Amerika Serikat terhadap sikap China di tengah ketegangan atas isu Hong Kong dan dampak pandemi virus corona (Covid-19) pada Jumat (29/5).

"Kami akan mengumumkan besok apa yang kami akan lakukan sehubungan dengan China. Kami tidak senang dengan China," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih tanpa memberikan rincian spesifik tentang pernyataannya, Kamis (28/5).

Jumpa pers Trump ini berlangsung di hari yang sama di mana Inggris dan AS meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertemu secara tertutup dan informal untuk mendiskusikan situasi di Hong Kong.



Belakangan kerusuhan di Hong Kong kembali mencuat terutama setelah pemerintahan Pemimpin Eksekutif Carrie Lam mengusulkan draf RUU Keamanan Nasional baru.

RUU yang diusulkan China itu kembali mematik amarah warga Hong Kong. Para pendemo menentang RUU Keamanan Nasional dari China karena memungkinkan aparat keamanan Negeri Tirai Bambu beroperasi di Hong Kong. Hal ini dikhawatirkan akan memudahkan Beijing melakukan penumpasan terhadap warga lokal yang menentang mereka.

Jika disahkan, RUU itu bisa memberikan kewenangan terhadap pihak berwenang untuk menindak secara hukum setiap upaya pemisahan diri (separatis), campur tangan asing, terorisme, dan semua kegiatan hasutan yang bertujuan menggulingkan pemerintah pusat dan segala gangguan eksternal di Hong Kong.


Dilansir AFP, sejumlah pihak, terutama negara Barat yang berlandaskan demokrasi, khawatir bahwa China akan memanfaatkan RUU itu untuk mengakhiri kebebasan Hong Kong sebagai daerah administratif khusus.

Beberapa pihak memprediksi Trump berencana membalas sikap China terhadap Hong Kong ini dengan mematik konfrontasi yang lebih luas antara AS-China, dua negara adidaya ekonomi.

Menurut New York Times, salah satu langkah yang tengah dipertimbangkan AS adalah pembatalan visa pelajar bagi ribuan mahasiswa pascasarjana China di universitas AS yang memiliki ikatan dengan lembaga pendidikan Negeri Tirai Bambu dan hubungan dengan militer China.


Selain isu Hong Kong, AS dan China juga terus terlibat perang mulut dengan saling menuding sebagai biang kerok penyebaran virus corona di dunia.

Trump menganggap China tidak transparan dan berbohong soal asal mula virus corona muncul. Beijing juga menuding bahwa AS berupaya merusak citra China dengan membuat narasi negatif terkait penanganan virus serupa SARS ini.

Gedung Putih juga marah dengan teori konspirasi yang disebarkan pejabat Kemlu China bahwa tentara AS lah yang membawa virus itu ke China. (rds/dea)

[Gambas:Video CNN]