Yordania Izinkan Masjid Gelar Salat Jumat Mulai 5 Juni

CNN Indonesia | Jumat, 29/05/2020 10:26 WIB
Jordan Valley merupakan salah satu kawasan yang paling subur di Yordania ditunjukkan dengan banyaknya warga yang bercocok tanam Ilustrasi kawasan Yordania. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Yordania mulai mengizinkan masjid, gereja, dan rumah ibadah lainnya untuk kembali dibuka bagi masing-masing umat mulai 5 Juni mendatang.

Meski begitu, pemerintah Yordania menekankan bahwa pembukaan rumah ibadah ini tetap berada di bawah kontrol keamanan publik dan pedoman kesehatan pandemi virus corona (Covid-19).

"Masjid-masjid akan dibuka lagi untuk pertama kalinya untuk ibadah salat Jumat mulai 5 Juni mendatang. Ini merupakan langkah awal," kata Menteri Urusan Agama Islam Yordania Mohammad Khalaileh pada Kamis (28/5).



Khalaileh menuturkan ibadah salat Jumat pertama di masjid nanti akan dilaksanakan dengan tetap menjalankan aturan menjaga jarak. Para jamaah juga diminta untuk memakai masker selama berada di masjid dan membawa sejadah sendiri.

Namun, izin salat berjamaah ini tidak berlaku bagi warga lanjut usia dan memiliki masalah kesehatan. Khalaileh meminta warga lansia dan memiliki riwayat medis yang tidak fit untuk tidak salat di masjid.

Ia menuturkan instruksi dan prosedur keamanan lengkap akan diedarkan pemerintah ke masjid-masjid di seluruh negeri dalam waktu dekat.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian

Dilansir CNN, Uskup Agung Yordania Christoforos Atallah mengatakan gereja-gereja di seluruh negeri juga diizinkan menggelar misa mulai Minggu (7/6). 

Ia juga meminta warga lansia dan yang memiliki riawayat rentan terhadap penyakit untuk tidak mengikuti ibadah di gereja.

Yordania memang telah menerapkan serangkaian aturan pembatasan pergerakan sejak Maret lalu demi menekan penularan virus corona di dalam negeri, termasuk menutup tempat ibadah demi menghindari kerumunan.


Berdasarkan data statistik Worldometer sampai Jumat (29/5), Yordania tercatat memiliki 728 kasus corona dengan sembilan kematian. 

Yordania merupakan salah satu negara yang memiliki tren kasus positif Covid-19 dan angka kematian yang rendah di Timur Tengah.

Meski begitu, aturan pembatasan pergerakan yang diterapkan Yordania dinilai sebagai salah satu yang paling ketat di dunia.


Yordania mulai melonggarkan serangkaian pembatasan tersebut pada awal bulan ini dengan membuka kembali beberapa sektor ekonomi dan publik di negara itu. Namun, sampai saat ini, Yordania masih menerapkan aturan jam malam. (rds/dea)

[Gambas:Video CNN]