Salip Prancis, 28 Ribu Jiwa Meninggal Akibat Corona di Brasil

CNN Indonesia | Minggu, 31/05/2020 08:46 WIB
In this Tuesday, April 28, 2020 photo, Taina dos Santos, third from left, attends the burial of her mother Ana Maria, a 56-year-old nursing assistant who died from the new coronavirus, in Rio de Janeiro, Brazil. (AP Photo/Leo Correa) Pemakaman jenazah pasien corona di Rio de Janeiro, Brasil, pada 28 April 2020. (AP/Leo Correa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angka kasus meninggal dunia karena virus corona di Brasil mencapai 28.834 pada Sabtu (30/5).

Penambahan kasus meninggal ini menjadikan Brasil negara keempat dengan kasus meninggal akibat Covid-19 yang tertinggi di dunia, setelah mengalahkan Prancis dengan 28.771 kasus meninggal.

Mengutip AFP, selama 24 jam terakhir setidaknya ada 33,274 penambahan kasus baru di Brasil. Kementerian Kesehatan Brasil menyatakan ini rekor penambahan kasus tertinggi di sana.


Total akumulasi kasus di Brasil kini mencapai 498.440 kasus. Membawa Brasil menduduki posisi negara dengan kasus corona terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat.

Kementerian Kesehatan belum bisa memprediksi seberapa banyak kasus akan terus meningkat.

Sedangkan para ahli memperkirakan kasus bisa 15 kali lebih banyak, salah satunya karena belum ada pemeriksaan masif.

Paling banyak kasus ditemukan di Sao Paulo dan Rio de Janeiro. Keduanya terpukul hebat dengan adanya wabah, terlebih karena pendapat per kapita yang rendah dan fasilitas kesehatan seadanya.

Penerapan pembatasan aktivitas di Brasil pun sempat menjadi polemik antara pemerintah daerah dan pusat.

Ketika gubernur dan walikota menerapkan pembatasan, Presiden Brasil Jair Bolsonaro justru tak mengindahkan langkah tersebut.

Menurut hitungan Worldometers, kasus corona di dunia mencapai 6.153.372 kasus. Dimana 370.870 kasus di antaranya meninggal dunia, dan 2.734.549 kasus sembuh.

Amerika Serikat masih memegang peringkat dengan kasus meninggal terbanyak, yakni 370.870 kasus. Disusul Inggris dengan 38.376 kasus, Italia dengan 33.340 kasus, dan Brasil.



(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]