Gelombang Keprihatinan dan Duka Akibat Kematian George Floyd

CNN Indonesia | Senin, 01/06/2020 09:22 WIB
A protester carries the carries a U.S. flag upside, a sign of distress, next to a burning building Thursday, May 28, 2020, in Minneapolis. Protests over the death of George Floyd, a black man who died in police custody Monday, broke out in Minneapolis for a third straight night. (AP Photo/Julio Cortez) Seorang penduduk membawa bendera Amerika Serikat di tengah aksi kerusuhan akibat kematian George Floyd akibat kekerasan polisi. (AP/Julio Cortez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Insiden kematian George Floyd berbuntut panjang. Warga kulit hitam ini meninggal pada Senin (24/5) setelah lehernya ditekan menggunakan lutut oleh anggota Kepolisian Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat.

Peristiwa ini pun terekam dan menyebar di media sosial.


Tak pelak, terjadi aksi demo menuntut keadilan atas kematian Floyd. Dari aksi damai, demonstrasi di Minneapolis, Amerika Serikat ini berujung ricuh termasuk ada kekerasan dan penjarahan.


"Saya memohon (kepada) kota kami, memohon (kepada) masyarakat kami, memohon kita semua untuk menjaga perdamaian. Mari kita menghormati kenangan George Floyd,"kata Walikota Minneapolis Jacob Frey dilansir dari NBC News.

Aksi protes pun tak hanya terjadi di Minneapolis, tetapi menyusul di sejumlah wilayah AS seperti Los Angeles, Kentucky, Atlanta, Denver dan Oakland.

Sementara itu, berbagai macam bentuk solidaritas dilakukan kalangan selebritas, atlet hingga pekerja industri fesyen. Rombongan atlet basket AS seperti LeBron James, Alex Morgan dan Carmelo Anthony lantang bersuara agar kasus Floyd diusut hingga tuntas.

Tak ketinggalan dukungan juga mengalir dari legenda NBA, Magic Johnson, atlet tenis Sloane Stephens, bintang American Football Joe Burrow, juga atlet sepak bola putri AS Alex Morgan. Kematian Floyd pun memicu atlet-atlet luar AS bersuara lewat media sosial maupun saat beraksi di pertandingan.


Bintang sepak bola Inggris Jadon Sancho memamerkan kaus dalam bertuliskan 'Justice for George Floyd' usai mencetak gol untuk Borussia Dortmund saat melawan Paderborn.

Lini masa media sosial pun penuh dengan cuitan para selebritas dunia sebagai bentuk duka sekaligus solidaritas seperti penyanyi Beyonce, Ariana Grande, Miley Cirus. Bahkan sejumlah artis lain menyumbang dan menggalang donasi demi membantu aksi protes.

Model sekaligus istri penyanyi John Legend, Chrissy Teigen menyumbang US$200ribu (sekitar Rp2,9 miliar), musisi Kehlani turut berdonasi sebesar US$1,000 (sekitar Rp14,6 juta).

Kemudian dari lini fesyen, label Nike menentang tindakan rasial dengan kampanye "Don't Do It" (Jangan lakukan). Frasa ini berlawanan dengan frasa yang selama ini mereka usung "Just Do It".

"Untuk kali ini, jangan lakukan. Jangan berpura-pura tidak ada masalah di Amerika," tulis pihak Nike melalui video yang mereka unggah di Twitter pada Jumat (29/5).



Bersamaan dengan gelombang aksi protes ini pun, polisi AS Derek Chauvin resmi ditahan atas tuduhan melakukan pembunuhan terhadap Floyd. Chauvin ditangkap pada Sabtu (30/5).

"Saya baru saja menerima informasi dari Andrew Evans, pengawas Bureau of Criminal Apprehension [BCA], bahwa petugas yang telah diidentifikasi sebagai Derek Chauvin dalam kematian Floyd telah ditahan oleh BCA,"kata Komisioner Departemen Keamanan Publik Minnesota, John Harrington pada media. (els/ayp)

[Gambas:Video CNN]