Polisi Detroit Identifikasi Oknum Pedemo dari Luar Kota

CNN Indonesia | Minggu, 31/05/2020 21:49 WIB
Protesters smash police cars in Atlanta, Friday, May 29, 2020. Protesters marched for George Floyd, who died after being restrained by Minneapolis police officers on Memorial Day. (Ben Gray/Atlanta Journal-Constitution via AP) Pedemo terkait aksi solidaritas atas kematian George Floyd melakukan perusakan di Atlanta, 29 Mei 2020. (AP/Ben Gray)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hampir dua per tiga dari 60 orang yang ditangkap Jumat (29/5) malam selama aksi demonstrasi di pusat kota Detroit atas kematian George Floyd berasal dari pinggiran kota. Mereka yang ditangkap itu sebagian besar adalah warga kulit putih.

Sebanyak 37 dari mereka yang ditahan berasal dari tempat-tempat seperti Warren, Farmington Hills, West Bloomfield dan bahkan Grand Blanc, yang berjarak sekitar 96 kilometer di barat laut Detroit, kata Kepala Kepolisian Detroit James Craig, Sabtu (30/5).

Detroit adalah salah satu dari sejumlah kota di AS yang menggelar aksi demonstrasi membela George Floyd tanpa kekerasan. Seperti dilansir CNN, setidaknya 30 kota terjadi aksi protes solidaritas atas kematian Floyd di Minneapolis, Minnesota.


Sebelumnya pada Jumat, Gubernur Minnesota Tim Walz menyatakan ada oknum yang sengaja memulai kerusuhan dan penjarahan di Minneapolis.

Di Detroit pada Sabtu, Craig, Walikota Mike Duggan, dan aktivis setempat berpesan kepada orang-orang: Tetap berada di rumah.

"Bagi mereka yang mengancam keselamatan komunitas kami, petugas polisi kami, yang merusak properti, kami tidak akan mentolerir tindakan kriminal Anda," kata Craig kepada wartawan.

Meskipun Detroit dihuni sekitar 80 persen berkulit hitam, banyak dari mereka yang ditangkap berkulit putih.

"Kami mendukung hak kebebasan berbicara. Kami mendukung aksi protes damai," tambah Craig.

"Jika Anda ingin mengganggu, tinggal saja di rumah dan ganggu komunitas Anda sendiri."

Satu orang tewas di pusat kota Detroit setelah seseorang melepaskan tembakan ke sebuah kendaraan saat aksi demonstrasi berlangsung pada Jumat malam.

Sebuah laporan polisi yang dirilis hari Sabtu mengatakan korban penembakan, seorang pria Eastpoint berusia 21 tahun, sedang duduk di kursi pengemudi dari Dodge Caliber perak di tempat parkir bersama dua orang pria lainnya ketika seorang yang tidak dikenal menembak ke dalam kendaraan dan melarikan diri.

Tingkat kekerasan juga tinggi di kota-kota lain.

Para pengunjuk rasa di Washington melemparkan potongan-potongan batu bata, botol dan benda-benda lainnya di Secret Service dan petugas Polisi Taman AS di belakang barikade di sekitar Gedung Putih. Beberapa petugas ditendang dan ditinju.

Ketika para pengunjuk rasa memblokir lalu lintas di Chicago, beberapa melemparkan botol dan benda-benda lain ke kendaraan polisi dan menghancurkan jendela-jendela bisnis di pusat kota.

Di Detroit, demonstrasi dimulai lebih awal pada hari Jumat dan berlangsung damai ketika para demonstran berbaris di markas polisi. Saat senja berlalu, beberapa di antara kerumunan menjadi berkelahi.

Benda-benda dilemparkan ke polisi. Seorang kapten polisi dirawat di rumah sakit setelah dipukul kepalanya dengan batu. Petugas lain cedera bahu saat jatuh. Tujuh kendaraan polisi rusak.

Petugas, banyak yang mengenakan pakaian anti huru hara, menghadapi para demonstran dan membentuk barisan di seberang jalan selama demonstrasi. Tetapi pada tengah malam, kerumunan orang mulai menipis ketika polisi menembakkan tabung gas ke arah para pengunjuk rasa.

Jika orang-orang dari luar Detroit ingin protes, mereka harus melakukannya di komunitas mereka sendiri, kata Ray Winans, salah satu dari beberapa aktivis yang berpartisipasi dalam konferensi pers hari Sabtu.

"Jika orang kulit hitam penting, lakukan advokasi dengan para petugas di komunitas Anda dan pinggiran kota itu dan beri tahu mereka (itu) kadang-kadang Anda tidak perlu menepi orang kulit hitam hanya karena mereka mengemudi melalui komunitas (Anda)," kata Winans.

Tetapi, jika orang Afrika-Amerika berperilaku yang sama di beberapa kota pinggiran, hasilnya bisa jauh berbeda, ia menambahkan.

"Jika ada anak laki-laki kulit hitam dan cokelat kami dari Detroit akan pergi ke salah satu pinggiran kota itu dan melemparkan batu bata dan batu ... mereka mungkin akan terbunuh," kata Winans.

(AP/ard)

[Gambas:Video CNN]