Demo Floyd Rusuh, New York Perpanjang Jam Malam hingga 7 Juni

CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 10:17 WIB
Protesters run down a street where a fire was started outside a Gucci store during a rally for George Floyd, Sunday, May 31, 2020, in New York. Protests were held throughout the city over the death of Floyd, a black man in police custody in Minneapolis who died after being restrained by police officers on Memorial Day. (AP Photo/Wong Maye-E) New York memperpanjang pemberlakuan jam malam hingga 7 Juni untuk mengatasi kerusuhan akibat protes antirasisme. (AP/Wong Maye-E)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah negara bagian New York mengumumkan untuk memperpanjang jam malam hingga 7 Juni. Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan perpanjangan jam malam dilakukan setelah kerusuhan dan aksi penjarahan saat demo antirasisme buntut kematian George Floyd.

Jam malam di New York berlaku mulai Senin (1/6) mulai pukul 11 malam. Pemberlakuan jam malam dilakukan untuk mencegah massa yang menjarah toko-toko barang mewah di Manhattan.

De Blasio juga menekankan pihaknya tidak akan mengikuti permintaan Trump untuk mengerahkan militer saat mengawal aksi protes.


Sekitar 36 ribu aparat Kepolisian New York (NYPD) dikerahkan untuk menangani aksi kerusuhan.

"Kami akan segera mengambil langkah-langkah untuk memastikan kedamaian dan ketertiban di tengah aksi protes warga," ujar de Blasio.

Mengutip AFP, sejumlah toko di Midtown seperti Michael Kors, Nike, dan Lego dirusak dan dijarah massa pada Selasa (2/6) usai aksi demo berujung kerusuhan pada Senin malam.

[Gambas:Video CNN]

Presiden Donald Trump memiliki sebuah rumah di New York yang berada dekat dengan toko-tokok barang mewah.

De Blasio mengatakan New York akan mengakhiri jam malam jika kondisi mulai kondusif.

Selain New York, Washington DC juga memberlakukan jam malam untuk membubarkan demonstran dan mencegah aksi penjarahan.

"Saya menerapkan jam malam pada pukul 7 malam. 25 menit sebelum jam malam berlaku dan tanpa disulut provokasi, kepolisian federal menggunakan amunisi terhadap para pedemo yang berunjuk rasa dengan damai di depan Gedung Putih," kata Bower dalam kicauannya di Twitter, Senin (1/6).

"Itu semua hanya akan mempersulit tugas (kepolisian Washington DC)," kata Bowser seperti dilansir CNN.

Gelombang protes anti rasisme telah terjadi dalam sepekan terakhir setelah kematian George Floyd usai ia dijatuhkan ke tanah dan lehernya ditekan menggunakan lutut seorang polisi. (AFP/evn)