KILAS INTERNASIONAL

Trump Diminta Diam hingga New York Tolak Kerahkan Militer

evn, CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 06:25 WIB
Demonstrators including Abimbola Oretadu, second from left, and David Walker kneel with Connecticut State Trooper Maurice, no first name available, after hundreds of demonstrators closed I84 during a march Monday, June 1, 2020, in Hartford, Conn., in response to the May 25, 2020, killing of George Floyd at the hands of Minneapolis police officers. Walker, 22, a US Army veteran, said he was scared before kneeling with the trooper because Aksi protes antirasisme atas kematian George Floyd. (Foto: AP/Mark Mirko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa mengisi kilas internasional, Rabu (3/6), mulai dari Kepala Polisi AS minta Trump diam agar tidak memperkeruh demo hingga Gubernur New York tolak permintaan untuk mengerahkan ribuan pasukan untuk menghalau demonstran kematian George Floyd.

Kepala Polisi AS Minta Trump Diam Daripada Perkeruh Demo

Kepala Kepolisian Houston, Texas, Art Acevedo meminta Presiden Donald Trump untuk tutup mulut jika tak memiliki pernyataan konstruktif yang dapat menenangkan keadaan dan meredam demonstrasi anti-rasisme yang belakangan terjadi dalam sepekan terakhir.

Demonstrasi itu dipicu oleh kematian warga kulit hitam AS, George Floyd, yang meninggal setelah kehabisan napas ketika lehernya ditekan oleh lutut seorang polisi saat dalam penangkapan.


Kematian Floyd dianggap sebagai puncak amarah publik AS terkait kebrutalan dan sikap rasial yang sistematis, terutama oleh aparat terhadap warga kulit hitam dan minoritas.

"Kepada Presiden AS atas nama seluruh polisi di negara ini, saya katakan jika Anda tidak memiliki sesuatu yang konstruktif, lebih baik tutup mulut Anda," kata Acevedo saat diwawancarai oleh CNN soal tanggapan polisi terkait respons Trump dalam menangani protes pada Senin (1/6).

Trump Ancam Kerahkan Ribuan Pasukan Kawal Demo George Floyd

Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan ribuan tentara dan aparat kepolisian bersenjata lengkap untuk mencegah demonstran kematian George Floyd yang berujung rusuh dan aksi penjarahan berlanjut di Washington DC.

Sejumlah bangunan dan monumen di dekat Gedung Putih dilaporkan menjadi sasaran massa saat menggelar aksi demo memprotes kematian George Floyd pada Senin (1/6).

"Saya akan mengirim ribuan tentara bersenjata lengkap, personel militer, dan petugas penegak hukum untuk menghentikan kerusuhan, penjarahan, perusakan, penyerangan, dan perusakan properti secara tidak disengaja," ujar Trump saat berbicara di Gedung Putih seperti mengutip AFP.

Trump juga mengatakan mengecam aksi teror setelah gelombang demonstrasi kematian George Floyd dalam sepekan terakhir di sejumlah negara bagian.

"Saya ingin para demonstran memperhatikan bahwa Anda akan menghadapi hukuman pidana berat dan hukuman panjang di penjara," ucapnya dengan nada mengancam.

Gubernur New York Tolak Seruan Trump Kerahkan Ribuan Pasukan

Gubernur New York Andrew Cuomo secara tegas mengatakan tidak akan memobilisasi tentara dan aparat kepolisian yang disebut Trump untuk menangani demo berujung kerusuhan ke Washington DC.

"Presiden sedang berupaya menciptakan kembali kenyataan (dengan ucapannya)," ujar Cuomo kepada jurnalis CNN, Erin Burnett.

Cuomo mengatakan ia justru melihat foto-foto yang beredar menampakkan demonstran menggelar aksi damai.

"Bahkan foto-foto dari Washington DC, mereka adalah pengunjuk rasa yang menggelar aksi dengan damai. Mereka adalah orang-orang muda, sebagian besar orang kulit putih di Washington, yang tersinggung dengan apa yang mereka lihat dengan pembunuhan Floyd," ujar Cuomo. (evn/evn)

[Gambas:Video CNN]