Balas Beijing, Trump Larang Maskapai China Beroperasi di AS

CNN Indonesia | Kamis, 04/06/2020 14:43 WIB
President Donald Trump speaks with reporters as he steps off Air Force One as he returns Saturday, May 30, 2020, at Andrews Air Force Base, Md. Trump is returning from Kennedy Space Center for the SpaceX Falcon 9 Launch. (AP Photo/Alex Brandon) Presiden Donald Trump memerintahkan penangguhan operasional seluruh maskapai penerbangan China di Amerika Serikat pada Rabu (3/6). (AP/Alex Brandon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump memerintahkan penangguhan operasional seluruh maskapai penerbangan China di Amerika Serikat pada Rabu (3/6).

Langkah itu dilakukan Washington setelah Beijing menghentikan izin operasional sejumlah maskapai AS di China seperti United Airlines dan Delta Air Lines.

United Airlines dan Delta Air Lines mengajukan aplikasi izin penerbangan pada awal Mei untuk melanjutkan operasional. Namun, Departemen Transportasi AS (DOT) menuturkan kedua maskapai itu tak kunjung menerima izin dari Otoritas Penerbangan Sipil China (CAAC).



"Maskapai penerbangan AS telah meminta izin untuk memulai kembali layanan penumpang mulai 1 Juni. Kegagalan pemerintah China untuk menyetujui permintaan perusahaan merupakan pelanggaran terhadap Perjanjian Transportasi Udara kedua belah pihak," ucap DOT melalui pernyataan.

Penangguhan ini berlaku untuk tujuh maskapai penerbangan Tiongkok, meski selama ini hanya empat perusahaan yang membuka layanan penerbangan ke kota-kota di AS. DOT menuturkan maskapai-maskapai itu termasuk Air China dan China Eastern Airlines.

Dilansir AFP, DOT mengatakan penangguhan itu berlaku mulai 16 Juni namun bisa dipercepat jika Trump memerintahkannya.

CAAC sebelumnya telah memutuskan batas penerbangan bagi maskapai asing berdasarkan aktivitas perusahaan pada 12 Maret.


Namun, maskpai AS telah menangguhkan seluruh penerbangan sebelum 12 Maret karena pandemi virus corona (Covid-19).

Hal itu menjadikan penilaian CAAC terhadap operasional penerbangan AS di China nihil.

"Tanggal dasar sewenang-wenang ini secara efektif menghalangi operator penerbangan AS memulihkan kembali penerbangan penumpang yang dijadwalkan dari dan menuju China," ucap DOT.

Departemen itu mengatakan ada indikasi maskapai China memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan keunggulan mereka atas maskapai AS.


"Tujuan utama kami bukan untuk mempertahankan situasi seperti ini, tetapi lebih kepada perbaikan lingkungan di mana maskapai kedua belah pihak bisa memaksimalkan hak-hak mereka," ujar DOT.

Sekitar awal Januari 2020 sebelum pandemi corona menyebar luas, maskapai AS dan China mengoperasikan sekitar 325 penerbangan mingguan antara kedua negara.

Penangguhan operasional maskapai kedua negara ini semakin memantik perselisihan antara China dan AS yang memanas akibat pandemi virus corona, isu Taiwan, dan kerusuhan di Hong Kong. (rds/dea)

[Gambas:Video CNN]