Eks Presiden Carter Minta Akhiri Diskriminasi Minoritas di AS

CNN Indonesia | Kamis, 04/06/2020 11:21 WIB
NEW YORK, NY - MARCH 26: Former U.S. President Jimmy Carter holds up a copy of his new book 'Faith: A Journey For All' at a book signing event at Barnes & Noble bookstore in Midtown Manhattan, March 26, 2018 in New York City. Carter, 93, has been a prolific author since leaving office in 1981, publishing dozens of books.   Drew Angerer/Getty Images/AFP Presiden AS ke-39 Jimmy Carter mengomentari aksi antirasisme usai kematian George Floyd. (Foto: Drew Angerer/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter meminta pihak berwenang mengakhiri tindakan diskriminatif dan perilaku tidak adil sistematik lain. Carter mengatakan aksi diskriminatif yang berbuntut kematian George Floyd bisa merusak demokrasi.

"Orang-orang yang memiliki kekuasaan, hak istimewa, dan hati nurani harusnya secara bersama-sama mengatakan 'tidak ada lagi' aksi diskriminatif rasisme kepada polisi dan sistem peradilan, kesenjangan ekonomi antara kulit putih dan kulit hitam, serta tindakan pemerintah yang bisa merusak proses demokrasi," papar Carter dalam sebuah pernyataan tertulis yang dirilis oleh Carter Center seperti mengutip AFP.

Pernyataan mantan presiden berusia 95 tahun itu merespons gelombang demokrasi disertai aksi kekerasan di seluruh Amerika dalam delapan hari terakhir.


Carter juga mengatakan merasa kecewa melihat adanya diskriminasi rasial yang meluas dan tindakan kekerasan aparat kepolisian terhadap etnis minoritas.

"Kita semua harus fokus pada aksi amoralitas diskriminasi rasial. Tetapi tindak kekerasan, baik secara spontan atau karena hasutan secara sadar, bukanlah solusinya," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Penerima Nobel Perdamaian pada 2002 itu juga mengkritik cara pemerintah dalam menangani aksi para demonstran.

"Kami membutuhkan pemerintahan sebaik rakyatnya, dan kami lebih baik dari ini," tulis presiden AS yang menjabat pada 1977 hingga 1981 ini.

Selain Carter, demo solidaritas antirasisme juga mendapat perhatian mantan presiden Barack Obama. Dalam sebuah video, Obama menyatakan dukungannya kepada para pedemo untuk berunjuk rasa memperjuangkan hak mereka secara damai.

"Dan bagi mereka yang telah berkomentar tentang protes ini, ingatlah, negara ini didirikan berdasarkan protes. Ini disebut revolusi Amerika," kata Obama dalam sebuah video berisikan tanggapannya terkait demonstrasi pada Rabu (4/6).

"Dan setiap langkah kemajuan di negara ini, setiap kebebasan, setiap ekspresi dari cita-cita kita yang terdalam, telah dimenangkan melalui upaya yang membuat status quo tidak nyaman. Kita semua harus berterima kasih kepada orang-orang yang bersedia dengan cara damai dan disiplin berada di luar sana membuat perubahan," paparnya menambahkan. (AFP/evn)