1. Tentara AS Positif Corona usai Kawal Demo George Floyd
Sejumlah anggota korps Garda Nasional (National Guard) Washington D.C., Amerika Serikat, dilaporkan positif terinfeksi virus corona (Covid-19) setelah mengawal demonstrasi kematian George Floyd di ibu kota baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Davis menuturkan ia tak bisa menyebutkan secara rinci jumlah pasukan yang terinfeksi Covid-19 dengan alasan "keamanan operasional".
Dilansir AFP, Rabu (10/6), ribuan pasukan Garda Nasional memang dikerahkan mengawal demonstrasi anti-rasialisme oleh Wali Kota Washington D.C., dan juga pemerintah federal pada 1 Juni lalu.
Hal itu dimaksudkan untuk meredam kerusuhan dan bentrokan yang sempat terjadi saat unjuk rasa berlangsung.
2. Tiga ABK WNI Disandera di Gabon Berhasil Dibebaskan
Tiga anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang diculik oleh sekelompok perompak ketika melaut di lepas Pantai Gabon selama kurang lebih satu bulan sejak 3 Mei lalu akhirnya dibebaskan.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum RI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, menuturkan ketiga ABK itu diculik bersama dua warga Senegal dan satu warga Korea Selatan.
Keenam ABK itu merupakan kru kapal penangkap ikan Korsel.
"Mereka (3 ABK WNI) akhirnya dibebaskan pada 8 Juni lalu. Saat ini mereka dalam kondisi sehat dan sedang dalam upaya dipulangkan ke Indonesia," kata Judha dalam jumpa pers virtual Kemlu pada Rabu (10/6).
3. Indonesia Ada di Urutan ke-97 Negara Teraman dari Covid-19
Indonesia tercatat di peringkat 97 dari 100 negara teraman di dunia dari Covid-19 (virus corona), sementara Swiss dan Jerman berada di peringkat pertama dan kedua. Peringkat ini disusun oleh Deep Knowledge Group, konsorsium perusahaan dan lembaga nirlaba yang dimiliki Deep Knowledge Venture, firma investasi dari Hong Kong.
[Gambas:Video CNN]
Laporan yang sama menempatkan Singapura diperingkat keempat dan Malaysia di urutan ke-30. Negara Asia Tenggara lainnya yaitu Kamboja dan Laos masing-masing berada di urutan ke-98 dan 99.
Sementara Amerika Serikat yang hingga kini menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia menempati urutan ke-58 setelah Rumania.
Laporan ini dibuat berdasarkan 130 parameter kuantitatif dan kualitatif serta lebih dari 11.400 titik data dalam berbagai kategori seperti efektivitas karantina, pengawasan dan deteksi, kesiapan medis, serta efektivitas kebijakan yang dibuat pemerintah. (ayp/ayp)