Presiden Honduras dan Istri Kena Virus Corona

CNN Indonesia | Kamis, 18/06/2020 08:25 WIB
Honduran President Juan Orlando Hernandez gives a message to the nation at the presidential palace in Tegucigalpa on October 3, 2019 denying he took millions of dollars in bribes from drug lords. - A US prosecutor said Wednesday at the opening of the president brother's trial that the Honduran leader took millions of dollars in bribes from drug lords including jailed Mexican kingpin Joaquin Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez (51), beserta istri, Ana Garcia, dilaporkan tertular virus corona (Covid-19). (AFP/ORLANDO SIERRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez (51), beserta istri, Ana Garcia, dilaporkan tertular virus corona (Covid-19).

"Sepanjang akhir pekan saya merasa tidak enak badan dan hari ini saya didiagnosa tertular Covid-19," kata Hernandez dalam jumpa pers pada Selasa lalu, seperti dilansir AFP, Kamis (18/6).


Hernandez mengatakan dia untuk sementara akan bekerja jarak jauh sambil menjalani pengobatan. Dia mengatakan gejala yang dirasakan tergolong ringan.

Sedangkan istrinya dilaporkan juga mengalami gejala Covid-19.

Hernandez saat ini dirawat di rumah sakit di ibu kota Tegucigalpa. Menurut juru bicara pemerintah Honduras, Francis Contreras, Hernandez dirawat di rumah sakit militer.

Menurut Contreras, dokter yang merawat menyatakan Hernandez mengalami gejala pneumonia.

Sejak pertengahan Maret lalu, Hernandez selalu aktif membeberkan rencana untuk menghadapi dan mencegah penyebaran virus corona.

Dia menggelar jumpa pers rutin dan selalu mengingatkan para penduduk menjaga jarak, mengurangi kegiatan, selalu menggunakan masker dan mencuci tangan.


Insert Artikel - Waspada Virus Corona(CNN Indonesia/Fajrian)


Meski pemerintah Honduras sudah menetapkan jam malam dengan mengerahkan aparat kepolisian dan tentara, tetapi jumlah kasus infeksi virus corona terus meningkat.

Kasus virus corona di Honduras sampai saat ini tercatat sudah melebihi 9.000 orang, dengan 322 pasien meninggal.

Pusat kasus infeksi virus corona berada di Tegucigalpa dan kota San Pedro Sula. Para ahli meyakini jumlah kasus infeksi lebih banyak karena sampai saat ini pemerintah baru melakukan pemeriksaan terhadap 1.000 orang.

(AFP/ayp)

[Gambas:Video CNN]