Hindari Corona, Ibu dan Anak di Peru Jalan Kaki 560 Km

CNN Indonesia | Sabtu, 20/06/2020 11:35 WIB
Katherine Huallpatuero embraces a cross while mourning the death of her father Romulo Huallpatuero, 50 , who died from COVID-19, at the Nueva Esperanza cemetery on the outskirts of Lima, Peru, Tuesday, May 26, 2020. (AP Photo/Rodrigo Abd) Ilustrasi. Seorang ibu dan tiga anaknya di Peru berjalan kaki 560 km untuk menghindari virus corona. (Foto: AP/Rodrigo Abd)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang ibu bersama tiga anaknya di Peru memilih untuk pulang kampung ke desa terpencil di hutan Amazon setelah pemerintah menerapkan penguncian wilayah (lockdown) karena virus corona. Maria Tambo membawa ketiga anaknya pulang kampung dengan berjalan kaki sejauh 560 kilometer.

Tambo memutuskan untuk berjalan kaki dari ibu kota Lima menuju Ucayali di hutan Amazon lantaran tidak memiliki uang untuk membayar sewa kamar dan membeli makanan.

Layanan transportasi umum yang masih dihentikan saat lockdown membuat Tambo memilih berjalan kaki meninggalkan Lima pada awal Mei lalu.


"Saya tahu bahayanya (karena) saya menempatkan anak-anak dalam bahaya, tapi saya tidak punya pilihan. Saya lebih baik mati dengan mencoba keluar dari sini (Lima) daripada mati kelaparan di dalam kamar," kata Tambo.

Saat meninggalkan Lima, ia mengenakan masker sambil membawa ransel dan menggendong satu anaknya yang masih bayi bayi. Sementara satu anaknya yang beranjak remaja dan satu yang berusia tujuh ikut berjalan sambil membawa barang mereka.

Tambo semula meninggalkan rumahnya di desa terpencil Amazon menuju Peru untuk mengantar anak pertama yang mendapatkan beasiswa melanjutkan studi di sebuah universitas di Peru. Sebelum pandemi menyerang, ia sudah menyewa kamar kecil dan berencana bekerja di sebuah restoran untuk menghidupi keluarga.

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Insert Artikel - Waspada Virus Corona

Selama perjalanan pulang, Tambo harus melalui sejumlah pos pemeriksaan polisi yang dibentuk pemerintah Peru untuk mencegah warga dari Lima menyebarkan virus ke daerah pedesaan.

Langkahnya sempat terhenti ketika tiba di Sam Ramon. Seorang petugas polisi menginterogasinya dan mengatakan jika ia dan ketiga anaknya tidak bisa melewati pos tersebut.

Tambo berupaya bernegosiasi dengan petugas hingga mengantongi izin melintas untuk melanjutkan perjalanan.

Setelah berjalan selama tujuh hari tujuh malam, ia dan anak-anaknya akhirnya tiba di Ucayali dengan disambut suara anjing-anjing milik keluarga. Tambo mengaku bersyukur dan menangis haru karena telah melalui jalan panjang saat pulang.

"Saya tidak ingin pergi ke Lima lagi. Kupikir Saya akan mati di sana bersama putri-putri," ujarnya.

Mengutip CNN, Tambo bukan satu-satunya keluarga yang hidup dalam ancaman kelaparan karena lockdown Covid-19. Data John Hopkins University mencatat Peru hingga saat ini memiliki 240.908 kasus virus corona dan menjadi yang kedua tertinggi setelah Brasil di Amerika Selatan.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]