China Disebut Perkuat Pasukan Sebelum Bentrok dengan India

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 05:14 WIB
Chinese People's Liberation Army (PLA) recruits undergo weapon training at a camp in Hefei, east China's Anhui province on January 9, 2010.  China has poured money into its armed forces in recent years in a bid to transform the once-backward PLA into a lean, professional and high-tech fighting force, as military spending rose 15.3 percent in 2009 to 69 billion USD, but Beijing stresses the defensive nature of its armed forces. AFP PHOTO / STR Ilustrasi tentara China. (AFP PHOTO / STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

China dilaporkan telah memperkuat pasukannya di dekat perbatasan India sebelum bentrokan mematikan beberapa waktu lalu.

China disebut mengirim ahli bela diri dan pendaki gunung untuk memperkuat pasukan mereka. Surat kabar resmi militer China, National Defense News mengungkapkan lima divisi milisi baru tiba di Lhasa, Tibet pada 15 Juni lalu.

Pasukan itu berisi mantan anggota tim estafet pembawa obor Olimpiade Gunung Everest dan ahli bela diri campuran. CCTV juga menunjukkan cuplikan ratusan pasukan baru yang berbaris di ibukota Tibet itu.


AFP melaporkan Komandan Tibet Wang Haijiang mengatakan bahwa perekrutan itu bertujuan untuk meningkatkan kekuatan organisasi dan mobilisasi pasukan.

Namun, Wang Haijiang tak mengonfirmasi secara pasti bahwa penempatan pasukan itu terkait dengan ketegangan yang terjadi di perbatasan China-India.

Setelah pasukan itu tiba, terjadi bentrokan mematikan di perbatasan Himalaya pada Senin (15/6). Sekitar 20 tentara India tewas dalam baku hantam tersebut. Tak diketahui jumlah korban dari pihak China.

China dan India hingga saat ini masih saling menyalahkan soal siapa yang menjadi dalang pertempuran itu.

India mengklaim pasukan China menyergap tentara India dan memaksa mereka menuruni punggung bukit. Sedangkan China menuduh tentara India dua kali melintasi Garis Kontrol Aktual (Line of Actual Control), batas tidak resmi dan memprovokasi pasukannya.

Akibat bentrokan itu, India menyebut 20 tentara mereka terbunuh dalam pertarungan tangan kosong. Sementara jumlah korban pihak China tidak diketahui.

Ketegangan di perbatasan itu memang kerap terjadi, tapi ini merupakan bentrokan bersenjata yang paling mematikan dalam 50 tahun terakhir. Kedua negara sudah bertikai di perbatasan itu sejak 1962.

(ptj/eks)

[Gambas:Video CNN]