Juli, Iran Kirim Kotak Hitam Pesawat Salah Tembak ke Prancis

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 07:07 WIB
Rescue teams work at the scene after a Ukrainian plane carrying 176 passengers crashed near Imam Khomeini airport in the Iranian capital Tehran early in the morning on January 8, 2020, killing everyone on board. - All 176 people on board a Ukrainian passenger plane were killed when it crashed shortly after taking off from Tehran on January 8, Iranian state media reported. State news agency IRNA said 167 passengers and nine crew members were on board the aircraft operated by Ukraine International Airlines. (Photo by - / AFP) Lokasi jatuhnya pesawat Boeing 737-800 korban salah tembak rudal Iran pada Januari lalu. (Foto: AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Iran akan mengirim kotak hitam pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Ukraine International Airlines ke Prancis pada Juli mendatang. Prancis akan membantu membaca data kotak hitam pesawat yang jatuh ditembak rudal Iran tersebut.

Otoritas Investigasi Keselamatan Penerbangan Sipil Iran mengungkapkan rencananya proses untuk membaca data kotak hitam akan dimulai pada 20 Juli mendatang.

"Pekerjaan teknis direncakanan akan dimulai pada 20 Juli. Investigasi keselamatan dipimpin oleh Iran," tulis pertanyaan tersebut yang diunggah ke Twitter.


Mengutip AFP, Iran meminta bantuan untuk membaca dan mengunduh data kotak hitam karena mereka menyatakan tidak memiliki kemampuan teknis tersebut.

Pesawat nahas itu jatuh setelah ditembak dua rudal Iran pada 8 Januari lalu. Saat itu angkatan bersenjata Iran tengah meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat di Irak, sebagai aksi balasan atas serangan udara yang menewaskan mendiang Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Qasem Soleimani.

Operator rudal di Bandara Teheran mendapat perintah menembak pesawat itu karena dikira jet tempur AS. Padahal, pesawat itu mengangkut 176 penumpang dan awak hendak menuju Kanada.

Para penumpang yang sebagian besar memiliki kewarganegaraan Iran dan Kanada tidak ada satupun yang selamat.

Kendati sempat membantah, tiga hari kemudian angkatan bersenjata Iran akhirnya mengakui jika pasukannya secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat yang mengangkut 176 orang tersebut.

Setelah ditekan dari dunia selama enam bulan, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menyatakan kepada Menteri Luar Negeri Kanada, Francois-Philippe Champagne, bahwa mereka akan mengirim kotak hitam itu ke Prancis.

Wakil Menlu Iran bidang hukum, Mohsen Baharvand, menyatakan keputusan itu diambil setelah pemerintah Ukraina tidak merespon permintaan mereka untuk menerima penyerahan kotak hitam itu.

Pemerintah Iran juga meminta Ukraina segera menunjuk koordinator untuk melakukan perundingan tentang ganti rugi. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyatakan kecewa atas tawaran yang diajukan Iran.

Zelensky malah memperingatkan Iran bahwa mereka akan mencari keadilan melalui pengadilan arbitrase internasional, dan tetap menuntut ganti rugi serta permintaan maaf dari Iran atas kejadian tersebut.

Di sisi lain, keluarga korban yang berada di Iran juga menuntut keadilan terkait kejadian itu. Mereka mengaku selama ini ditekan oleh lembaga intelijen Iran supaya tetap diam.

(AFP/evn)

[Gambas:Video CNN]