Menlu Sebut 99 Pengungsi Rohingya di Aceh Bebas Covid-19

CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2020 01:47 WIB
Kapal nelayan (kiri) mengikat kapal yang ditumpangi pengungsi etnis Rohingya untuk ditarik dari tengah laut menuju pesisir Bayu, Aceh Utara, Aceh, Rabu (24/6/2020). Sebanyak 94 orang pengungsi etnis Rohingya, terdiri dari 15 orang laki-laki, 49 orang perempuan dan 30 orang anak-anak ditemukan terdampar di tengah laut dengan kondisi kapal rusak, sementara sebanyak 15 orang lainnya dilaporkan meninggal di laut selama mereka terdampar di perairan Indonesia hingga ke Aceh. ANTARA FOTO/Rahmad/foc. Nelayan Aceh selamatkan pengungsi Rohingya ANTARA FOTO/RAHMAD
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memastikan seluruh 99 pengungsi Rohingya yang terdampar di Aceh Utara dalam keadaan sehat dan negatif virus corona (Covid-19).

Retno menuturkan pemerintah Indonesia akan menampung sementara puluhan etnis minoritas Muslim asal Myanmar itu sementara waktu atas dasar kemanusiaan.

"Fase pertolongan darurat telah kami lakukan dan seluruh 99 pengungsi dalam keadaan sehat. Kepada mereka telah dilakukan tes covid-19 dan semuanya Alhamdulillah negatif," kata Retno dalam pernyataan pers virtual pada Selaa (30/6).


Retno mengatakan saat ini para pengungsi Rohingya telah ditampung di bekas kantor imigrasi Lhokseumawe, Aceh Utara.

"Dan mulai 1 Juli nanti menurut rencana mereka akan dipindahkan ke tempat yang lebih layak yakni ke sebuah mess tenaga kerja di Muara Dua, Lhokseumawe," katanya.

Retno memaparkan 99 pengungsi Rohingya itu terdiri dari 43 orang dewasa yakni 30 perempuan dan 13 laki-laki. Sementara itu, 56 lainnya merupakan anak-anak di bawah umur 18 tahun yang terdiri dari 43 anak perempuan dan 13 anak laki-laki.

"Atas nama kemanusiaan, pemerintah Indonesia memutuskan sementara untuk menerima para pengungsi tersebut di tengah situasi penuh tantangan ini," ujar Retno.


Mayoritas dari 99 pengungsi Rohingya itu memiliki kartu pengungsi Badan Pengungsi PBB (UNHCR). Dengan begitu, kata dia, para imigran Rohingya itu resmi berstatus pengungsi dan berhak menerima perlindungan dari UNHCR.

Kemlu telah melakukan pertemuan darurat dengan UNHCR pada Senin (29/6) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) pada hari ini guna membahas penanganan para pengungsi Rohingya tersebut.

Selain itu, Retno menyebut Kemlu terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah Aceh Utara dan satuan tugas penanganan pengungsi luar negeri di Jakarta terkait penampungan puluhan pengungsi itu.

"Tim Kemlu bersama tim satgas dari Kemenkopolhukam dan instansi lain juga akan pergi ke Aceh pada 1 Juli besok," kata Retno.

Menurut dia pemerintah Indonesia juga tengah menyelidiki kemungkinan unsur Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap para pengungsi.

Sebanyak 99 pengungsi Rohingya itu terdampar di perairan Aceh Utara pada Rabu (24/6). Puluhan imigran itu ditemukan di atas kapal motor yang terombang-ambing di tengah perairan oleh nelayan lokal.

Kapal pembawa pengungsi Rohingya itu terlihat di perairan pantai Seunuddon, Aceh Utara pada Rabu tengah malam. Para nelayan akhirnya membawa para etnis Rohingya ke daratan setelah mendapat desakan dari penduduk sekitar.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]