ASEAN-Australia Bahas Travel Bubble untuk Pulihkan Ekonomi

CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 02:40 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam peresmian Gedung Sekretariat Baru ASEAN, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/8). Jokowi juga menandatangani prasasti peresmian gedung tersebut. Ilustrasi. ASEAN dan Australia membahas peluang pembukaan koridor perjalanan sebagai upaya pemulihan ekonomi yang anjlok akibat virus corona. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

ASEAN dan Australia membahas peluang pembukaan koridor perjalanan atau travel bubble yang tengah digagas 10 negara Asia Tenggara sebagai upaya pemulihan ekonomi yang anjlok akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Wacana itu dibahas dalam rapat virtual menteri luar negeri ASEAN dan Australia yang khusus membahas penanganan Covid-19 di kawasan pada Selasa (30/6).

"Mengawali pertemuan, Sekjen ASEAN menyampaikan beberapa hal seperti briefing terkait kerja sama ASEAN dan mitra wicara terkait pandemi dan penyampaian hasil KTT ASEAN ke-36 pekan lalu, termasuk usulan pemimpin negara ASEAN terkait peluang pembukaan travel corridor," kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi yang turut hadir dalam rapat tersebut dalam pernyataan pers usai pertemuan berlangsung.


Travel bubble memang menjadi salah satu isu yang dibahas 10 pemimpin negara ASEAN dalam KTT ke-36 yang diselenggarakan secara virtual pada Jumat (26/6).

Dalam rapat itu, Presiden Joko Widodo meminta ASEAN segera membuka koridor perjalanan terbatas bagi sesama negara anggota. Menurut Jokowi, koridor perjalanan bisa menjadi salah satu upaya memulihkan perekonomian yang anjlok pasca-terpaan pandemi corona.

RI menganggap koridor perjalanan ini penting untuk percepatan pemulihan ekonomi negara di Asia Tenggara, juga dapat menunjukkan arti strategis dari komunitas ASEAN baik kepada kawasan maupun dunia internasional.

Dalam KTT ASEAN, Jokowi meminta seluruh pemimpin negara ASEAN segera menugaskan para menterinya untuk mulai membahas skema koridor perjalanan ini.

Indonesia memang tengah menjajaki peluang membuka kembali sektor perjalanan dan wisata mancanegara dengan konsep travel bubble bersama sejumlah negara.

Namun, hingga kini, pemerintah belum menyatakan negara mana saja yang tengah dibidik untuk diajak berkolaborasi dalam membuka koridor perjalanan ini.

Kebijakan bepergian ke luar negeri dengan konsep travel bubble kian diminati beberapa negara demi menghidupkan kembali perjalanan lintas negara dan menggenjot sektor pariwisata yang lumpuh selama pandemi Covid-19.

Travel bubble atau koridor perjalanan merupakan pengaturan perjalanan lintas-negara yang berlaku hanya antara negara-negara yang menyepakatinya.

Biasanya, travel bubble ini disepakati antara negara-negara yang telah berhasil mengontrol penularan virus corona di dalam negeri.

Koridor perjalanan ini memudahkan penduduk untuk bepergian keluar masuk negara-negara yang menyepakati. Dengan sistem ini, warga negara peserta tidak diwajibkan melakukan karantina mandiri setibanya di negara tujuan.

Travel bubble dinilai memudahkan pemerintah mengontrol orang-orang yang keluar masuk negaranya dan juga memudahkan warga melakukan perjalanan ke luar negeri.

Dalam rapat Menlu ASEAN-Australia hari ini, Retno menuturkan kedua belah pihak juga sepakat meningkatkan kerja sama sektor kesehatan publik. Australia, katanya, mengusulkan agar kerja sama pemulihan ekonomi disesuaikan dengan prioritas masing-masing negara ASEAN.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]