Lonjakan Kasus Corona, Filipina Perpanjang Lockdown Cebu

AP, CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 02:15 WIB
Philippine President Rodrigo Duterte gestures as he delivers his state of the nation address at Congress in Manila on July 22, 2019.† (Photo by Noel CELIS / AFP) Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Foto: Noel CELIS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan akan memperpanjang penguncian wilayah (lockdown) kota Cebu setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19 dalam dua pekan terakhir. Sementara lockdown di kota lain, termasuk Manila mulai dilonggarkan.

Duterte mengatakan pernguncian terhadap kota Cebu akan tetap diberlakukan hingga 15 Juli. Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena banyak warga setempat yang melanggar aturan hingga memicu terjadinya lonjakan penularan virus.

"Cebu sekarang menjadi titik pusat penyebaran Covid. Mengapa? Banyak dari Anda yang tidak mematuhi aturan. Jadi jangan kecewa pada saya," ujar Duterte dalam pidato pada Selasa (30/6) malam seperti mengutip Associated Press.


Kementerian Kesehatan Filipina melaporkan lebih dari 5.500 kasus dan setidaknya 156 kematian karena Covid-19 di Cebu. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan Manila dengan 280 kasus corona dan Quezon dengan 364 kasus.

"Kami melihat adanya peningkatan yang mengkhawatirkan dalam jumlah pasien dengan kondisi kritis dan parah.. bahkan dalam hal tingkat kematian," ujar Kepala Gugus Tugas penanganan corona Filipina, Carlito Galvez.

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Insert Artikel - Waspada Virus Corona

Ia melaporkan saat ini di satu rumah sakit, sekitar 86 dari 122 pasien Covid-19 yang dirawat dilaporkan meninggal dunia dalam waktu kurang dari 48 jam sejak mendapat perawatan.

"Ini berarti kita tidak mendeteksi kasus yang parah dengan cukup cepat," ujarnya.

Sejauh ini sekitar tiga dari 10 pasien yang diduga terinfeksi virus corona di Cebu menunjukkan hasil positif saat dilakukan pengetesan. Rumah sakit saat ini telah kehabisan kapasitas, sementara petugas kesehatan diketahui kewalahan menerima pasien corona.

Saat ini hanya ada tujuh rumah sakit besar di Cebu yang bisa melakukan perawatan saat terjadi lonjakan kasus virus corona. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan Manila yang memiliki setidaknya 46 rumah sakit.

Data statistik John Hopkins University hingga Rabu (1/7) mencatat Filipina memiliki 36.514 kasus corona dengan 1.266 kematian.

(evn)

[Gambas:Video CNN]