Polisi Korsel Salah Tangkap Pelaku Pembunuhan Hwaseong

CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 20:16 WIB
Ilustrasi Diborgol Ilustrasi borgol. (Keith Allison/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi Korea Selatan meminta maaf karena menangkap orang yang salah dan telah menahannya selama 20 tahun atas kasus pembunuhan berantai.

Kepolisian telah mengidentifikasi pelaku sebenarnya pembunuhan 15 wanita dalam kasus yang dikenal dengan 'Pembunuhan Hwaseong'.

Lee Chun-jae (57 tahun) baru diidentifikasi sebagai tersangka pada tahun lalu. Ia diidentifikasi menggunakan teknik forensik terbaru untuk mengambil DNA dari kasus kejahatan lama.


Kasus ini membuat heboh warga Korsel pada era 1980-an. Pelaku memperkosa dan membunuh 10 perempuan di sebuah pedesaan dekat Hwaseong di Provinsi Gyeonggi. 

Pengumuman yang disampaikan Kamis (2/7) itu mengkonfirmasi bahwa seorang pria bermarga Yoon telah menjadi korban salah tangkap dan dihukum pada 1989 karena dituduh memperkosa dan membunuh.

Dilansir dari AFP, Kepala Polisi Provinsi Gyeonggi, Bae Yong-ju membungkuk di depan kamera media. Dia meminta maaf kepada keluarga korban dan kepada orang-orang yang dituduh sebagai tersangka termasuk Yoon yang sudah menjalani hukuman penjara selama 20 tahun.

"Saya menundukkan kepala dan meminta maaf kepada para korban kejahatan Lee Chun-jae, keluarga yang selamat, dan semua orang yang menderita kehancuran karena penyelidikan polisi, termasuk Tuan Yoon," kata Bae.

Yoon sempat dibebaskan secara bersyarat pada 2009 setelah menjalani 20 tahun penjara dan mengajukan persidangan ulang pada tahun lalu setelah polisi mengerahkan penyelidikan terhadap Lee Chun-jae.
 


Selain Yoon, setidaknya ada empat orang lainnya menjadi korban salah tangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Keempatnya bunuh diri setelah diselidiki polisi pada 1990-an dalam pembunuhan tersebut.
 
Dalam pemeriksaan, polisi mengatakan Lee mengakui semua pembunuhan di Hwaseong termasuk pembunuhan seorang gadis berusia delapan tahun. Dia juga memperkosa sembilan wanita lainnya.
 
"Kecenderungan psikopatnya terbukti karena ia tidak dapat berempati dengan rasa sakit dan penderitaan para korban dan terus menunjukkan kejahatannya," kata Bae Yong-ju.
 
Lee saat ini menjalani hukuman seumur hidup karena memperkosa dan membunuh saudara iparnya pada 1994, tapi Lee tidak akan dituntut atas kejahatannya yang lain karena undang-undang pembatasan telah berakhir.
 
Lee Chun-jae memperkosa dan membunuh sepuluh wanita di daerah pedesaan Hwaseong selatan Seoul selama lima tahun sejak 1986.
 


Pada saat itu, sejumlah petugas kepolisian dikerahkan untuk menemukan si pembunuh, mereka menyelidiki sekitar 21 ribu orang dan membandingkan lebih dari sekitar 20 ribu sidik jari tanpa membuahkan hasil.
 
Penyelidikan itu menginspirasi lahirnya film box office Korea Selatan pada 2003 berjudul 'Memories of Murder' besutan sutradara pemenang piala Oscar, Bong Joon-ho.

(dea)

[Gambas:Video CNN]