Hujan Picu Longsor, Jepang Perintahkan Evakuasi 75 Ribu Warga

CNN Indonesia | Sabtu, 04/07/2020 10:23 WIB
Vehicles pass through a flooded road caused by heavy rain in Yatsushiro, Kumamoto prefecture on July 4, 2020. - Some 75,000 people were ordered to evacuate in western Japan on July 4 as record heavy rain triggered floods and landslides, local media and officials said. The nation's weather agency issued the highest level of heavy rain warnings to Kumamoto and Kagoshima on Kyushu island. (Photo by STR / JIJI PRESS / AFP) / Japan OUT Pemerintah Jepang memerintahkan evakuasi 75 ribu warga setelah hujan lebat di kawasan barat Negeri Sakura memicu banjir dan longsor pada Sabtu (4/7). (AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jepang memerintahkan evakuasi 75 ribu warga setelah hujan lebat di kawasan barat Negeri Sakura memicu banjir dan longsor pada Sabtu (4/7).

AFP melaporkan bahwa pemerintah daerah merilis perintah evakuasi ini karena hujan lebat terus mengguyur sejumlah daerah di Pulau Kyushu, seperti Kumamoto dan Kagoshima.

"Kami merilis perintah evakuasi setelah hujan lebat memecahkan rekor. Kami mendesak warga bertindak untuk melindungi diri karena hujan masih sangat deras," ujar pejabat di prefektur Kumamoto.


Sejumlah cuplikan video di stasiun televisi Jepang memperlihatkan kendaraan terendam di tempat parkir di dekat sungai yang meluap, sementara sejumlah jembatan dilaporkan rusak.

Sementara itu, tim penyelamat masih mencari tiga orang yang menghilang setelah longsor mengubur rumah mereka di Kumamoto. Sekitar 100 orang juga masih terkurung di daerah tersebut.

Akibat bencana ini, sejumlah layanan kereta, termasuk Shinkansen, yang menghubungkan kawasan tersebut dengan daerah lainnya terpaksa dihentikan.

Saat ini, Jepang memang sudah memasuki musim hujan yang biasanya memicu banjir dan longsor dan kerap membuat pemerintah harus merilis surat perintah evakuasi.

(has/has)

[Gambas:Video CNN]