Trump: China Picu Kerusakan Besar Bagi AS dan Dunia

AFP, CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 21:10 WIB
In this June 23, 2020, photo, President Donald Trump arrives to speak to a group of young Republicans at Dream City Church in Phoenix. Trump is sharpening his focus on his ardent base of supporters as polls show a diminished standing for the president in battleground states that will decide the 2020 election (AP Photo/Evan Vucci) Presiden AS Donald Trump. (Foto: AP/Evan Vucci)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunjukkan protes keras dan ketidak sukaannya terhadap China. Dalam cuitannya, Trump kembali menyalahkan China atas kekisruhan yang tengah terjadi di AS dan dunia.

"China telah menyebabkan kerusakan besar bagi Amerika Serikat dan seluruh dunia," tulis Trump dalam cuitannya.


Trump telah berulang kali menunjukkan amarahnya terhadap China, termasuk terkait penularan virus corona, pengesahan undang-undang keamanan nasional terhadap Hong Kong, hingga perang dagang.

Terkait penyebaran Covid-19, Trump sempat menuding China tidak transparan mengenai asal mula kemunculan virus corona.

Menurutnya, kemunculan gelombang kedua Covid-19 di China lantaran pengujian virus yang massif sebagai sebuah berita palsu. Ia juga meminta media melaporkan adanya laporan palsu penularan virus di China.

AS hingga saat ini masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 dan angka kematian tertinggi di dunia. Berdasarkan data statistik John Hopkins University, AS memiliki 2.888.915 kasus corona dengan 129.948 kematian.

Tren penularan kasus Covid-19 di AS juga terus meningkat kendati telah memasuki era kenormalan baru. Pemerintah federal dan negara bagian telah mencabut serangkaian kebijakan pembatasan pergerakan.

Ahli penyakit menular Anthony Fauci sempat mengatakan bahwa penanganan virus corona di AS 'berjalan ke arah yang salah'. Fauci juga menuturkan bahwa pemerintah belum bisa mengendalikan penularan virus corona.

Fauci bahkan memperingatkan bahwa kasus corona baru bisa bertambah dua kali lipat menjadi 100 ribu per hari jika pihak berwenang gagal mengambil langkah yang tepat dan cepat untuk mengendalikan penularan Covid-19.

(evn/evn)

[Gambas:Video CNN]