Tren Corona di AS Masih Tinggi, Trump Gelar Kampanye Terbuka

CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 09:22 WIB
President Donald Trump speaks during a campaign rally at the BOK Center, Saturday, June 20, 2020, in Tulsa, Okla. (AP Photo/Evan Vucci) Presiden Donald Trump tetap akan menggelar kampanye pilpres di ruang terbuka meski kasus virus corona di AS sedang melonjak. (AP/Evan Vucci)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump tetap akan menggelar kampanye pemilihan presiden di ruang terbuka di New Hampshire pada 11 Juli mendatang, meski kasus virus corona di Amerika Serikat sedang melonjak.

Melalui pernyataan, tim kampanye Trump menuturkan kampanye bertajuk 'Make America Great Again' itu akan digelar di Portsmouth.

"Kami akan menyediakan banyak cairan pembersih tangan bagi peserta yang hadir, mereka juga akan diberi masker yang sangat dianjurkan untuk dikenakan selama acara," bunyi pengumuman tim sukses Trump pada Minggu (5/7).


Dikutip AFP, kampanye di New Hampshire ini digelar setelah Trump mendapat kritik terkait kampanye terakhirnya pada 20 Juni lalu di Tulsa, Oklahoma. 

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian

Meski peserta yang hadir tak sesuai ekspektasi, kampanye tersebut mendapat kecaman karena mengabaikan protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Trump menargetkan sekitar 60 ribu peserta dalam kampanye bulan lalu yang digelar di ruangan tertutup. Selain itu, panitia kampanye juga tidak menerapkan aturan menjaga jarak sosial dan penggunaan masker sesuai protokol kesehatan WHO.

Padahal, sampai saat ini Amerika Serikat masih dihantui tren penularan virus corona yang meningkat signifikan. Dalam sehari, pejabat kesehatan AS masih menemukan puluhan ribu kasus Covid-19 baru.

Berdasarkan statistik Worldometer per Senin (6/7), AS masih menjadi negara dengan kasus dan kematian corona tertinggi di dunia. Negeri Paman Sam tercatat memiliki lebih dari 2,9 juta kasus corona dengan 132.565 kematian.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]