Trump Larang Pelajar Asing Tinggal saat Belajar Daring

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 07/07/2020 18:10 WIB
FILE - In this Aug. 13, 2019 file photo, students walk near the Widener Library in Harvard Yard at Harvard University in Cambridge, Mass. Ismail Ajjawi, 17, a Palestinian student who was denied entry to the United States just days before he was scheduled to start classes at Harvard University, has been admitted to the country. The university confirmed that Ajjawi was on campus as classes began Tuesday, Sept. 3, 2019. (AP Photo/Charles Krupa, File) Ilustrasi mahasiswa Universitas Harvard. (Foto: AP Photo/Charles Krupa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintahan Presiden Donald Trump melarang pelajar asing tetap tinggal di Amerika Serikat jika semua kelas di perguruan tinggi dilangsungkan secara daring atau online karena pandemi virus corona (Covid-19).

"Bagi siswa aktif F-1 dan M-1 non-migran yang saat ini berada di AS dan terdaftar dalam program (kuliah online) tersebut harus meninggalkan negara ini atau mengambil tindakan lain seperti pindah sekolah/kampus dengan sistem mengajar langsung agar tetap berstatus legal menurut hukum keimigrasian," bunyi pernyataan Departemen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) pada Senin (6/7).

ICE menuturkan jika tidak mengindahkan aturan tersebut, para siswa asing berisiko menerima sanksi imigrasi hingga deportasi.


ICE juga mengatakan Kementerian Luar Negeri AS tidak akan mengeluarkan visa bagi siswa asing yang terdaftar di sekolah-sekolah atau kampus dengan program kelas online untuk semester musim gugur ini.

ICE menuturkan pihak imigrasi AS juga tidak akan mengizinkan siswa-siswa asing tersebut memasuki Negeri Paman Sam.

Kebijakan ini sontak memicu kecaman dari publik dan oposisi pemerintahan Trump.

Senator Partai Demokrat Bernie Sanders menganggap aturan ini semakin mencerminkan kekejaman Gedung Putih.

"Siswa asing diancam dengan pilihan risiko hidup Anda masuk kelas atau dideportasi," kata Sanders seperti dikutip AFP.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, sebagian besar perguruan tinggi di AS sampai saat ini belum mengumumkan keputusan mereka apakah akan membuka kelas belajar mengajar langsung atau online untuk semester baru di musim gugur ini.

Sejumlah kampus, termasuk Universitas Harvard, tengah mempertimbangkan program kelas hybrid yakni sebagian dilakukan tatap muka di kelas dan sebagian berlangsung online.

Menurut Institute of International Education (IIE) ada lebih dari satu juta pelajar internasional mengenyam pendidikan di kampus-kampus di AS untuk tahun akademik 2018-2019 ini. 

Jutaan siswa asing itu menyumbang sekitar US$44,7 miliar bagi perekonomian AS pada 2018.

Sebagian besar siswa asing berasal dari Asia yakni China, Inida, Korea Selatan, Arab Saudi, hingga Kanada.

Sampai saat ini, penularan virus corona di AS masih terus melonjak dengan temuan puluhan ribu kasus baru setiap harinya.

Berdasarkan data statistik Worldometer per Selasa (7/7),  AS masih menjadi negara dengan kasus corona dan angka kematian tertinggi di dunia dengan lebih dari 3 juta kasus positif Covid-19 dan 132,981 kematian.

(rds/evn)

[Gambas:Video CNN]