Ledakan Kencang di Pabrik Iran, Dua Orang Tewas

CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 07:14 WIB
Living Room On Fire.  This stock image has a horizontal composition. Ilustrasi ledakan. (Istockphoto/Inhauscreative)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ledakan terjadi di sebuah pabrik di selatan Teheran, Iran hingga mengakibatkan dua orang tewas, Selasa (7/7) waktu setempat.

Kantor berita IRNA melaporkan ledakan itu diduga terjadi akibat kelalaian manusia. Selain dua orang tewas, ledakan yang terjadi dini hari itu menyebabkan tiga lainnya mengalami luka-luka.

Seorang juru bicara layanan darurat mengatakan kepada AFP bahwa dua korban luka saat ini dirawat di rumah sakit.


Ledakan tersebut dilaporkan terdengar sangat kencang dan langsung memicu kebakaran. "Ledakan itu sangat kuat sehingga dinding pabrik di dekatnya juga hancur parah," kata pihak berwenang setempat Amin Babai.

Dugaan sementara ledakan di kawasan industri di Baqershahr itu disebabkan oleh kelalaian para pekerja saat mengisi tangki oksigen.

Insiden itu menambah daftar panjang ledakan di Iran yang terjadi belakangan ini. Serangkaian ledakan menghantam pangkalan militer di wilayah Teheran dan situs nuklir utama dalam dua minggu terakhir.

Pada 30 Juni, ledakan dahsyat menghantam sebuah klinik di Teheran utara hingga menewaskan 19 orang dan merusak bangunan di sekitarnya.

Kemudian ledakan dilaporkan terjadi di dekat pangkalan militer Parchin. Pemerintah Iran mengatakan ledakan tersebut hanya berasal dari tangki gas industri di sebuah daerah. 

Selanjutnya pada 2 Juli insiden terjadi di fasilitas pengayaan uranium Natanz di Provinsi Isfahan yang menjadi situs nuklir utama Iran.

Kerusakan sempat dilaporkan terjadi akibat ledakan tersebut, tapi tak lama, juru bicara Organisasi Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, menuturkan insiden itu tidak merusak situs nuklir tersebut. Ia juga mengatakan tidak ada korban dalam kecelakaan itu.

Namun Badan Energi Atom Iran mengatakan kerusakan situs nuklir akibat ledakan tersebut kemungkinan bisa membuat produksi uranium negara itu melambat.

Juru bicara Badan Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, memaparkan kecelakaan yang terjadi di fasilitas nuklir utama Iran, Natanz, Provinsi Isfahan, bisa menyebabkan produksi sentrifugal melambat sehingga berimbas kepada pengayaan uranium.

Iran juga mengancam akan melancarkan balasan terhadap siapa saja yang melakukan serangan siber pada situs nuklir mereka.

Kantor berita IRNA menyatakan kemungkinan sabotase dilakukan oleh musuh-musuh Iran. Surat kabar Kuwait, Al-Jareeda melaporkan bahwa serangan tersebut diduga dilakukan oleh Israel, musuh bebuyutan Iran.

Hal itu langsung dibantah Israel. Menteri Pertahanan Benny Gantz menyatakan tidak semua yang terjadi di Iran selalu disebabkan oleh Israel.

(dea)

[Gambas:Video CNN]