Disetujui AS, Jepang Boyong 105 Jet Tempur Siluman F-35

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 08:31 WIB
110211-O-XX000-001
NAVAL AIR STATION PATUXENT RIVER, Md. (Feb. 11, 2011) The U.S. Navy variant of the F-35 Joint Strike Fighter, the F-35C, conducts a test flight over the Chesapeake Bay. Lt. Cmdr. Eric Jet tempur siluman F-35. (Dok. U.S. Navy photo courtesy Lockheed Martin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat menyatakan setuju menjual 105 jet tempur siluman F-35 ke Jepang. Pesawat perang itu dibeli Jepang untuk menghadapi Korea Utara dan China.

Penjualan dilakukan dengan kesepakatan harga sekitar US$23,11 miliar.

Kementerian Luar Negeri AS mengatakan Jepang membeli pesawat perang itu dalam jumlah besar yakni 63 unit F-35A, dan 42 versi F-35B.


"Washington memberi lampu hijau untuk transaksi itu, yang akan meningkatkan pertahanan sekutu utama di kawasan Asia-Pasifik," kata pernyataan Kemlu AS seperti dikutip dari AFP, Jumat (10/7).

"Sangat penting bagi AS untuk membantu Jepang dalam memperkuat kemampuan tempur."

Jepang telah meningkatkan anggaran militer tahun 2020 menjadi sekitar U$50,3 miliar. Dari jumlah itu alokasi terbesar digunakan untuk pembelian jet tempur dan sistem pertahanan rudal.

Sebagai respons atas modernisasi angkatan bersenjata China, Jepang telah merencanakan kembali pembelian F-35A.

Jepang baru-baru ini juga dikabarkan tengah melakukan modernisasi kekuatan militer, salah satunya kapal perang JS Izumo.

JS Izumo yang semula kapal pembawa helikopter sedang dalam tahap modifikasi agar dapat menjadi kapal induk untuk mengoperasikan STOVL (Short TakeOff/Pendaratan Vertikal) pesawat tempur siluman F-35B.

Melansir Naval Technology, Rabu (1/7), JS Izumo merupakan kapal besar permukaan yang dibangun oleh Japan Marine United Corporation dan dioperasikan oleh Japanese Maritime Self Defence Force (JMSDF) sejak 2015. Kapal perusak Kelas Izumo menggantikan kapal perusak kelas Hyuga, yang ditugaskan pada Maret 2008.

JS Izumo dapat digunakan untuk berbagai tujuan, mulai antikapal selam, operasi komando dan kontrol, bantuan kemanusiaan dan operasi bantuan bencana, serta untuk melindungi wilayah Jepang di Laut China Timur.

Pertengahan Juni lalu Angkatan Laut Jepang dilaporkan mengusir kapal selam China yang kedapatan menyelundup masuk ke perairan dekat Okinawa di selatan negara tersebut.

(dea)

[Gambas:Video CNN]