Turki Uji Rudal S-400 Buatan Rusia dengan Jet Tempur F-16 AS

CNN Indonesia | Kamis, 09/07/2020 07:14 WIB
Russian S-400 Triumf surface-to-air missile launchers roll ahead of a second night of rehearsals for the WWII Victory Parade in front of a banner informing of a national vote on constitutional changes in Moscow on June 18, 2020. - Russia's President Putin on June 24 will preside over a massive military parade to mark Soviet victory in World War II, which was postponed due to the coronavirus pandemic. (Photo by Kirill KUDRYAVTSEV / AFP) Sistem rudal S-400 buatan Rusia. (AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Turki menguji sistem pertahanan udara S-400 yang dibeli dari Rusia dengan jet tempur Amerika Serikat F-16. Uji coba tersebut dilakukan pada November tahun lalu seperti dilaporkan kantor berita Rusia TASS, Rabu (8/7).

TASS mengutip sumber yang dekat dengan industri pertahanan Turki mengonfirmasi uji coba itu.

"Ya, uji coba itu memang telah terjadi November lalu," kata sumber tersebut kepada TASS ketika diminta komentar laporan media tentang uji coba November lalu itu seperti dikutip dari Ahval News.


The Jerusalem Post melaporkan bahwa S-400 merupakan penyebab retaknya hubungan antara Turki dan AS. Kedua negara itu berselisih terkait pembelian sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia.

Turki melakukan uji coba sistem pertahanan rudal S-400 Rusia pada Senin (25/11). Menurut AFP, Turki menerbangkan jet tempur F-16 di pangkalan militer Murted di Ankara.

CNN Turki melaporkan berbagai pesawat, termasuk jet tempur F-16, dikerahkan di dekat Ankara untuk menguji sistem S-400.

Pada 29 November, rekaman video TRT Turki yang menampilkan sistem S-400 Rusia dan pesawat F-16 dan F-4 buatan AS, diposting ke YouTube.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak membatalkan pembelian sistem itu meskipun ada peringatan dari Washington. AS menyebut sistem pertahanan udara buatan Rusia tersebut tidak kompatibel dengan NATO dan dapat menimbulkan ancaman bagi jet-jet F-35 Lockheed Martin Corp.

Trump memutuskan membatalkan proyek penjualan jet tempur F-35 karena Turki tetap melanjutkan kontrak pembelian S-400 buatan Rusia. Namun dia menunda menjatuhkan sanksi terhadap Turki.

Beberapa waktu lalu senat AS mengusulkan pemerintah membeli sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia dari Turki.

Mantan pejabat Pentagon untuk kebijakan Eropa dan NATO, Jim Townsend mengatakan dengan cara itu AS mendapat dua keuntungan sekaligus, yakni mengeksploitasi teknologi S-400 serta menyingkirkan sistem tersebut dari Turki.

(dea)

[Gambas:Video CNN]