Kazakhstan Bantah Tuduhan China soal Wabah Misterius

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 11/07/2020 05:49 WIB
Dr. Joseph Varon, right, leads a team as they try to save the life of a patient unsuccessfully inside the Coronavirus Unit at United Memorial Medical Center, Monday, July 6, 2020, in Houston. Hospitalizations due to COVID-19 in the second-largest state in the U.S. have more than doubled in the last two weeks. (AP Photo/David J. Phillip) Ilustrasi perawatan pasien penumonia. (Foto: AP/David J. Phillip)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kazakhstan membantah tudingan kedutaan China terkait wabah pneumonia misterius yang disebut lebih mematikan dibandingkan virus corona. Kementerian Kesehatan Kazakhstan mengatakan bahwa klaim yang diterbitkan media China tidak sesuai dengan kenyataan.

Bantahan Kazakhstan ini disampaikan setelah China mengunggah peringatan melalui situs kedutaan besarnya bahwa ada penyakit dengan tingkat kematian yang jauh lebih tinggi dari Covid-19.

Mengutip AFP, pemerintah Kazakhstan membenarkan adanya penyebaran pneumonia misterius di tiga kota yakni Atyarau, Aktobe, dan Shymkent. Hingga saat ini wabah pneumonia misterius itu telah menyebabkan kematian 1.772 orang pada paruh pertama 2020 dan 628 orang pada Juni.


Semula penyakit tersebut dikenal dengan sebutan pneumonia Kazakhstan yang kemudian diubah menjadi pneumonia non-Covid.

Sejauh ini Kementerian Kesehatan Kazakhstan tengah mempelajari pneumonia non-Covid dan membandingkannya dengan pandemi Covid-19.

Namun pihak kementerian mengakui telah mengklasifikasikan wabah misterius ini memiliki gejala serupa Covid-19, seperti salah satunya demam.

Sejauh ini Kemenkes Kazakhstan mengonfirmasi sejumlah pejabat negara menunjukkan gejala mengidap pneumonia. Menteri Kesehatan Sabyrzhan Abdykarimov dan wakilnya Nurbolot Usenbayev sama-sama dirawat di rumah sakit dengan gejala Covid-19.

Hasil tes menyatakan Nurbolot dinyatakan positif terkena virus. Sementara Sabryzhan dinyatakan negatif.

Merespons pernyataan Kazakhstan, juru bicara Kemenlu China Zhao Lijian mengatakan bahwa pihaknya juga ingin mengetahui hasil penelusuran lebih lanjut terkait wabah misterius tersebut.

Zhao mengatakan bahwa China berharap bisa terus bekerja sama dengan Kazakhstan untuk memerangi pandemi dan menjaga kesehatan dan keselamatan publik kedua negara.

Kazakhstan telah menerapkan penguncian wilayah (lockdown) untuk menekan penyebaran virus corona yang saat ini telah mencapai 54.747 kasus. Kurangnya pengetesan virus disebut menjadi alasan kurangnya laporan kasus di lapangan.

(evn)

[Gambas:Video CNN]