Erdogan Buka Suara Usai Dikecam soal Hagia Sophia

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 12/07/2020 10:50 WIB
President of Turkey and Leader of the Justice and Development Party (AKP), Recep Tayyip Erdogan, gestures as he gives a speech during an AK party's group meeting at the Grand National Assembly of Turkey (TBMM) in Ankara, on December 5, 2017. / AFP PHOTO / ADEM ALTAN Ilustrasi. Presiden Turki Recep Tayyip Erdokan menegaskan bahwa keputusan kembali menjadikan Hagia Sophia sebagai masjid dibuat berdasarkan keinginan negaranya. (AFP PHOTO / ADEM ALTAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akhirnya buka suara menanggapi kecaman dari seluruh dunia atas keputusannya memfungsikan kembali situs warisan dunia Hagia Sophia menjadi masjid.

"Keputusan ini tidak dibuat dengan mendengar apa yang orang lain katakan, tapi mempertimbangkan apa yang menjadi hak kami dan apa yang diinginkan negara kami [Turki]," ujar Erdogan, Sabtu (11/7) waktu setempat, melansir AFP.

Erdogan menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil mewakili keinginan Turki dalam menggunakan hak kedaulatan yang dimiliki.


"Mereka yang tidak melawan Islamofobia di negaranya menyerang keinginan Turki untuk menggunakan hak-hak kedaulatannya," kata Erdogan melalui sebuah video.

Sebelumnya, Erdogan memutuskan untuk kembali memfungsikan Hagia Sophia sebagai masjid pada Jumat (10/7). Ibadah umat Muslim akan mulai digelar di salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO pada 24 Juli mendatang.

Pengumuman tersebut disampaikan setelah Majelis Negara Turki mengumumkan pembatalan keputusan kabinet 1934 dan kembali memfungsikan Hagia Sophia menjadi masjid. Selama ini Hagia Sophia berstatus sebagai museum.

Sejak lama, Erdogan telah berulang kali menyerukan agar bangunan bersejarah tersebut menjadi sebuah masjid. Pada 2018 lalu, Erdogan bahkan sempat membacakan ayat-ayat Alquran di Hagia Sophia.

An aerial view of the Byzantine-era Hagia Sophia, on Saturday, April 25, 2020, one of Istanbul's main tourist attractions in the historic Sultanahmet district of Istanbul. The 6th-century building is now at the center of a heated debate between conservative groups who want it to be reconverted into a mosque and those who believe the World Heritage site should remain a museum. (AP Photo)Turki kembali memfungsikan Hagia Sophia sebagai masjid. (AP Photo)

Meski ditetapkan sebagai masjid, Erdogan tetap menjamin bahwa Hagia Sophia akan terbuka untuk semua pengunjung, termasuk non-Muslim. "Pintu Hagia Sophia akan tetap terbuka untuk pengunjung dari seluruh dunia," tulis ajudan Erdogan, Fahrettin Altun dalam akun Twitter-nya.

Tempat yang menjadi daya tarik bagi wisatawan di seluruh dunia itu pertama kali dibangun sebagai gereja di zaman Kekaisaran Byzantium. Namun, bangunan tersebut diubah menjadi masjid setelah Sultan Muhammad al Fatih merebut Istanbul dari Kekaisaran Byzantium pada 1453.

Namun, pemerintahan Turki di bawah kepemimpinan mendiang Presiden Mustafa Kemal yang beraliran nasionalis-sekuler, bangunan tersebut kembali berubah status menjadi museum.

Penolakan dan Kecaman

Keputusan Erdogan mendapat kecaman dari berbagai pihak di seluruh dunia, di antaranya Amerika Serikat dan Rusia. yang diketahui menjalin hubungan dekat dengan Turki dalam beberapa tahun terakhir.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Alexander Grushko menyesali keputusan tersebut melalui sebuah pernyataan di Moskow pada Sabtu (11/7). "Katedral itu berada di wilayah Turki. Tapi, tanpa pertanyaan lagi, itu [Hagia Sophia] adalah warisan semua orang," ujarnya.

Yunani juga dengan cepat mengutuk keputusan tersebut sebagai tindakan provokasi, diikuti dengan kekecewaan yang diungkapkan oleh Prancis.

Tak hanya itu, Dewan Gereja Dunia, yang mewakili 350 gereja di dunia, juga telah menuliskan pernyataan kekecewaan terhadap Erdogan atas keputusannya kembali memfungsikan Hagia Sophia sebagai masjid.

(agn/asr)

[Gambas:Video CNN]