Pemakaman Wali Kota Seoul Disiarkan Daring di Tengah Pandemi

CNN Indonesia | Minggu, 12/07/2020 18:14 WIB
(FILES) This file photo taken on May 26, 2014 shows Seoul mayor Park Won-Soon attending an interview with AFP in Seoul. - Seoul's outspoken mayor Park Won-soon, long seen as a potential South Korean presidential candidate, was found dead on July 10, 2020, police said. He was 64. A former Seoul City employee filed a police complaint -- allegedly involving sexual harassment -- against him on July 8. Park's body was found on a mountain in northern Seoul, police said, after a search by hundreds of officers. (Photo by Ed JONES / AFP) Pemakaman Park Won-soon akan disiarkan daring pada Senin (13/7). (Foto: AFP/ED JONES)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemakaman resmi Wali Kota Seoul, Korea Selatan Park Won-soon akan diadakan secara daring hari ini, Minggu (12/7) karena kekhawatiran penyebaran virus corona.

Siaran pemakaman daring dilakukan untuk mendukung kampanye anti-virus yang digaungkan pemerintah Korea Selatan dan prosesi pemakaman secara 'sederhana'.

Park Hong-keung, anggota parlemen yang bekerja untuk komite pemakaman mengatakan bahwa pemakaman daring akan diadakan di dalam kantor Balai Kota Seoul pada Senin (13/7) pagi.


Mengutip Associated Press, proses pemakaman diperkirakan hanya dihadiri sekitar 100 orang, termasuk anggota keluarga dan akan disiarkan langsung di YouTube.

Hingga Minggu pukul 13.00 waktu setempat sekitar 18 ribu pelayat memberikan penghormatan terakhir terhadap jasad Park di ruah sakit dan sebuah bangunan dekat Balai kota Seoul.

Kematian Park juga mendatangkan sekitar 922 ribu ucapan duka yang disampaikan secara daring oleh pemerintah kota Seoul.

Wali kota Seoul, Park Woon-soon sempat dilaporkan hilang pada Kamis (9/7) oleh putrinya. Lebih dari 770 aparat kepolisian, enam drone, dan sembilan anjing pelacak dikerahkan untuk menari Park.

Park ditemukan tewas di dekat gerbang Sukjeongmun, Gunung Bugaksan, Seoul, sekitar pukul 12.01 pada Jumat (10/7) dini hari atau tujuh jam setelah dilaporkan hilang.

[Gambas:Video CNN]

Penyelidikan kepolisian sejauh ini tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan atau pembunuhan. Dugaan awal kepolisian, Park meninggal dunia akibat bunuh diri. Aparat masih berupaya melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian Park.

"Tidak ada keadaan yang mencurigakan di sekitar kematian Park untuk menganggap bahwa dia dibunuh," ujar seorang pejabat polisi kepada Korea Herald.

Park, politikus partai berkuasa yang digadang-gadang menjadi kandidat kuat calon presiden Korsel, terjadi sehari setelah mantan sekretarisnya mengajukan penuntutan atas klaim pelecehan seksual.

Polisi mengonfirmasi bahwa ada sebuah pengaduan yang diajukan terhadap Park. Namun, mereka enggan memberikan rincian lebih lanjut terkait pengaduan tersebut.

Media lokal Korsel melaporkan eks sekretaris Park mengaku beberapa kali menerima pelecehan fisik sejak 2017. Sekretaris Park mengaku telah mengirimkan bukti berupa pertukaran pesan antara dia dan Park via Telegram kepada polisi.

Park terpilih sebagai Wali Kota Seoul pada 2011 menggantikan pendahulunya yang mengundurkan diri. Mantan advokat HAM itu kembali terpilih memimpin Seoul pada 2014 dan 2018.

(AP/evn)