Limbah Medis Corona Cemari Sungai-sungai Besar Eropa

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 04:22 WIB
A picture taken on July 14, 2017, in Paris shows an aerial view of the Eiffel tower by the river Seine, in front of the Trocadero area with the Jardin du Trocadero and the palais Chaillot (front C). / AFP PHOTO / JEAN-SEBASTIEN EVRARD Ilustrasi. (AFP PHOTO / JEAN-SEBASTIEN EVRARD)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sungai-sungai besar di Eropa dipenuhi limbah virus corona (Covid-19) seperti sarung tangan dan masker sekali pakai. Lembaga penelitian Tara Ocean Foundation kepada radio Prancis menyebut limbah corona itu menambah polusi plastik yang telah lebih dulu mencemari sungai-sungai besar di Eropa.

Ketua Kerja Sama Internasional Tara Ocean, Romy Hentinger mengungkapkan bahwa selama Juni, para peneliti terus menemukan sarung tangan dan masker di sepanjang tepi sungai dan pantai di seluruh Eropa.

Alat pelindung sekali pakai dibuat dari bahan polypropylene, sehingga mudah terberai di lautan. Dengan demikian, sulit untuk mengambil kembali bahan-bahan tersebut dari lautan.


"Ini mengkhawatirkan," kata Hentinger, dilansir dari AFP. "Kami hanya bisa berasumsi limbah serupa lainnya telah mencapai lautan."

Baru-baru ini Tara Foundation telah merampungkan penelitian terhadap sembilan sungai besar di Eropa, yakni Elbe, Rhine, Seine, Rhone, Garonne, Loire, Tiber, Thames dan Ebro, untuk mengukur konsentrasi mikroplastik.

Ekspedisi dilakukan dari Mei hingga November 2019. Hasilnya, 100 persen dari sampel air yang terkumpul menunjukkan bahwa sampah plastik telah hancur lebih dulu sebelum terbawa ke lautan.

"Kami masih menunggu hasil akhir penelitian dari para ilmuwan kami," kata Hentinger.

Sementara saat berada di lautan, partikel-partikel plastik itu tidak sepenuhnya hancur oleh garam dan sinar ultraviolet.

Saat ini tercatat sekitar delapan jura ton sampah plastik terbawa ke lautan setiap tahunnya.

(AFP/wis)

[Gambas:Video CNN]