China Kembali Catat Lonjakan Positif Corona, 100 Kasus Sehari

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 14:28 WIB
China melaporkan 101 kasus baru virus corona pada Rabu (29/7), jumlah ini menjadi angka tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Ilustrasi virus corona di China. (Hector RETAMAL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

China melaporkan 101 kasus baru virus corona pada Rabu (29/7), jumlah ini menjadi angka tertinggi dalam tiga bulan terakhir.
 
Dilansir dari AFP, China telah menutup tempat-tempat yang terdeteksi sebagai lokasi penyebaran Covid-19 seperti pusat kebugaran, bar, dan museum.
 
Dari kasus-kasus baru itu, 98 di antaranya merupakan infeksi lokal di sebagian besar wilayah barat laut Xinjiang.
 


Terakhir kali China mencatat kasus tertinggi yakni pada 13 April lalu dengan 108 kasus terkonfirmasi.
 
Pihak berwenang setempat memusatkan perhatian pada klaster baru yang muncul pekan lalu di sebuah pabrik pengolahan makanan di Dalian, Provinsi Liaoning.
 
Para pejabat mengatakan para pekerja di sana menangani pengemasan makanan laut impor yang terkontaminasi virus. Dalam sepekan terakhir, 52 kasus dikonfirmasi di Dalian dan 30 di antaranya merupakan karyawan di pabrik tersebut.
 


Lebih dari tiga juta orang telah diuji di Dalian. Kepala Komisi Kesehatan setempat, Zhao Lian mengatakan tempat umum termasuk perpustakaan, gimnasium, bar, museum, restoran, dan spa akan ditutup.
 
Kantor berita Xinhua pada Selasa melaporkan, selama tur inspeksi ke Dalian pekan ini, Wakil Perdana Menteri Sun Chunlan mendesak pemerintah setempat untuk meningkatkan pengawasan barang impor dan orang-orang yang akan meninggalkan Dalian.
 
"Tugas pencegahan dan pengendalian masih sulit (dilakukan), dan seharusnya tidak ada kelonggaran," kata Sun.
 



Menyusul wabah Covid-19 yang menginfeksi 300 orang pada Juni lalu di Beijing, otoritas Dalian menggunakan pendekatan bertarget untuk menerapkan langkah-langkah pengendalian virus di berbagai distrik kota berdasarkan tingkat risiko masing-masing.
 
Hingga kini total kasus virus corona di China mencapai 84.060 jiwa dan 482 di antaranya dirawat di rumah sakit. Menurut hitungan resmi, terdapat 4.634 kematian akibat Covid-19 di China.

(ans/dea)

[Gambas:Video CNN]