Korut Utang Rp58 M ke PBB dari Program Pinjaman Pertanian

CNN Indonesia | Jumat, 31/07/2020 05:00 WIB
Korut masih berutang US$4 juta (sekitar Rp58.3 miliar) kepada badan PBB untuk pengembangan pertanian, IFAD. Ilustrasi penduduk Korea Utara. (AFP PHOTO / Ed JONES)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Korea Utara dilaporkan masih berutang US$4 juta (sekitar Rp58.3 miliar) kepada badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengembangan pertanian.

Seperti dilansir kantor berita Korea Selatan, Yonhap News Agency, Jumat (31/7), Korut dilaporkan sudah hampir satu dasawarsa belum membayar utang kepada Dana Pengembangan Pertanian (IFAD).

Menurut IFAD, Korut baru membayar US$10.54 juta dari keseluruhan utang sebesar US$50.49 juta.


IFAD adalah badan khusus yang bertujuan untuk menekan tingkat kemiskinan di desa dan kekurangan bahan pangan. Caranya adalah dengan menyediakan pinjaman kepada negara-negara berkembang.

Lembaga itu didirikan pada 1977 akibat krisis pangan dunia pada awal 1970-an.

IFAD dilaporkan meminjamkan uang kepada Korut untuk keperluan rumah tangga dan individu sejak 1996 sampai 2008.

Presiden IFAD, Gilbert Houngbo, menyatakan mereka menerima surat dari Korut beberapa tahun lalu yang menyatakan mereka siap membayar utang itu. Namun, mereka berdalih penjatuhan sanksi membuat mereka kesulitan membayar.

Sampai saat ini IFAD tidak mempunyai kegiatan di Korut.

(Yonhap News Agency/ayp)

[Gambas:Video CNN]