FBI Akan Ikut Investigasi Penyebab Ledakan Pelabuhan Beirut

CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2020 21:57 WIB
Keterlibatan FBI dalam investigasi ledakan Beirut berdasarkan undangan dari pemerintah Libanon. Puing kehancuran akibat ledakan Beirut, 4 Agustus silam. (AP/Felipe Dana)
Jakarta, CNN Indonesia --

FBI dikabarkan akan terjun bergabung dalam penyelidikan penyebab ledakan pelabuhan besar yang menghancurkan sebagian besar wilayah Beirut, 4 Agustus silam.

Dilansir AFP, kabar tersebut diungkap Departemen Luar Negeri AS, Kamis (13/8).

"FBI akan segera bergabung, atas undangan Libanon, untuk membantu menjawab penyebab ledakan ini," kata utusan AS untuk PBB, David Hale kepada wartawan.


Sebelumnya, Presiden Libanon, Michel Aoun menyebut total nilai kerugian akibat ledakan di Pelabuhan Beirut mencapai USD 15 miliar atau setara Rp221 triliun.

Dilansir AFP, nilai taksiran kerugian tersebut diungkapkan Aoun saat dalam perbincangan via telepon dengan Raja Spanyol Felipe, Rabu (12/8).

"Perkiraan awal kerugian setelah ledakan di pelabuhan mencapai USD 15 miliar," kata Aoun.

Perdana Menteri Libanon Hassan Diab resmi mengumumkan pengunduran diri di tengah krisis politik.

Dilansir CNN, pengunduran diri Diab disampaikan pada Senin (10/8) malam waktu setempat, kurang dari seminggu setelah ledakan besar di Beirut. Perdana Menteri Hassan Diab menyampaikan secara langsung pengunduran dirinya dan pemerintahannya.

"Hari ini kami mengindahkan orang-orang dan tuntutan mereka untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas bencana," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi.

"Inilah mengapa hari ini saya mengumumkan pengunduran diri pemerintahan."

(ain/ain)

[Gambas:Video CNN]