Jepang Kirim Tim Ahli Bersihkan Tumpahan Minyak di Mauritius

CNN Indonesia | Rabu, 19/08/2020 17:05 WIB
Jepang mengirim tim ahli untuk membersihkan tumpahan minyak di Mauritius. Tumpahan minyak di Mauritius. (Foto: AP/Georges de La Tremoille)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jepang mengirim tim ahli ke Mauritius dengan membawa bahan penyerap minyak khusus untuk membantu membersihkan minyak yang bocor dari kapal MV Wakashio.

"Kebocoran minyak dari kapal yang terdampar telah menyebabkan kerusakan parah bagi penduduk Mauritius, yang ekonominya sangat bergantung pada pariwisata dan lautan yang indah," ujar pejabat kementerian lingkungan hidup, Yukihiro Haisa.

Tim asal Jepang ini akan membawa 20 kotak bahan penyerap minyak khusus yang mampu menyerap 1.200 liter atau sekitar 265 galon minyak. Tim yang terdiri dari enam ahli, termasuk penjaga pantai dan diplomat.


Bahan penyerap itu disumbangkan oleh perusahaan yang berbasis di Tokyo, M-TechX dan pernah digunakan dalam kecelakaan kebocoran minyak di Jepang tahun lalu.

"Kami ingin menerapkan keterampilan teknis kami untuk membantu membersihkan hutan bakau yang tertutup minyak. Sekali rusak, butuh waktu lama untuk memulihkan sistem ekologi," kata pakar lingkungan di Badan Kerjasama Internasional Jepang, Noriaki Sakaguchi seperti mengutip AFP.

Haisa mengatakan pemerintah Mauritius telah meminta tim itu untuk menilai dampak kebocoran pada terumbu karang setempat.

"Saya ingin melihat bagaimana kita bisa menggunakan bahan penyerap untuk membersihkan kawasan pantai dan struktur akar kompleks hutan yang tercemar oleh minyak," kata Haisa.

Pemerintah Mauritius dan Jepang mendapat kecaman global karena dianggap lamban dalam mencegah timpahan berskala massif.

Kapal MV Wakashio kandas di terumbu karang pada 25 Juli dan sepekan kemudian minyak mulai bocor dari kapal itu. Kapal menumpahkan lebih dari seribu ton dan mengancam taman laut yang dilindungi dengan hutan bakau dan spesies yang terancam punah.

Kapal itu membawa empat ribu ton minyak dan kru penyelamat berhasil memompa sekitar tiga ribu ton dari kapal curah sebelum terbelah menjadi dua pada Minggu, hal itu untuk mencegah bencana lingkungan yang jauh lebih besar.

(ans/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK