PM Selandia Baru Lega Peneror Masjid Divonis Seumur Hidup

CNN Indonesia | Kamis, 27/08/2020 09:57 WIB
PM Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan lega atas vonis seumur terhadap terdakwa teror penembakan masjid, Brenton Harrison Tarrant. Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern. Dia menyatakan lega atas vonis seumur terhadap terdakwa teror penembakan masjid, Brenton Harrison Tarrant. (AFP/MARTY MELVILLE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan lega atas vonis seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat yang diberikan hakim pada pengadilan Christchurch, kepada terdakwa teror penembakan masjid, Brenton Harrison Tarrant (29).

"Hal itu membuat saya lega mengetahui dia tidak akan pernah lagi melihat cahaya di hari-hari selanjutnya," kata Ardern, seperti dikutip dari Stuff, Kamis (27/8).

Ardern mengatakan dia ikut memantau jalannya persidangan dan kesaksian yang diberikan para korban selamat dan keluarga korban meninggal selama tiga hari. Dia menyatakan menyadari sampai saat ini tidak ada hal yang bisa menghapus kesedihan dan kekecewaan akibat tragedi itu, tetapi menyatakan seluruh penduduk Selandia Baru akan tetap merangkul para korban.


"Trauma akibat kejadian pada 15 Maret 2019 tidak bisa dengan mudah diobati, tetapi hari ini saya berharap ini adalah terakhir kalinya kita mendengar nama teroris yang melakukannya. Dia pantas menjalani kehidupannya dalam keheningan," ujar Ardern.

Hakim Cameron Mander yang memimpin persidangan menyatakan lelaki asal Australia itu terbukti bersalah atas 51 dakwaan pembunuhan, 40 dakwaan percobaan pembunuhan, dan satu dakwaan terorisme, seperti dilansir TVNZ.

Tarrant yang tidak didampingi kuasa hukum tidak memberikan pernyataan apapun. Dia merupakan penganut ideologi supremasi kulit putih.

Hakim Mander memulai pembacaan amar putusan dengan membeberkan fakta persidangan. Dia juga merinci bagaimana Tarrant merencanakan aksi teror itu.

Seluruh pengunjung sidang yang hadir langsung menangis sesaat setelah putusan dibacakan.

Ketika putusan itu dibacakan, reaksi Tarrant datar dan tidak menunjukkan emosi.

Kuasa hukum Tarrant yang ditunjuk pengadilan, Philip Hall, menyatakan kliennya menyadari akan divonis seumur hidup dan tidak akan mengajukan banding.

"Tarrant tidak menentang bahwa dia divonis seumur hidup tanpa kemungkinan bebas bersyarat. Tidak ada pengajuan banding," kata Hall.

Hakim Mander sempat bertanya apakah Tarrant akan menyampaikan pernyataan dalam sidang, dan hanya dijawab singkat.

"Tidak, terima kasih," kata Tarrant.

(Stuff, TVNZ/ayp)

[Gambas:Video CNN]