Kecam Laporan Militer AS, China Sebut Pentagon Salah Tafsir

CNN Indonesia | Kamis, 03/09/2020 08:41 WIB
Pemerintah China mengecam laporan Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon yang menyebut Tiongkok ingin menambah dua kali lipat hulu ledak nuklir. Ilustrasi bendera China. (istockphoto/ Rawpixel)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah China mengecam laporan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon yang menyebut Tiongkok ingin menambah dua kali lipat hulu ledak nuklir dalam satu dekade ke depan. Pentagon sebelumnya mengatakan cara itu dilakukan China sebagai upaya menghalangi intervensi AS terhadap Taiwan.

Kementerian pertahanan China menegaskan laporan Pentagon tersebut sama sekali salah tafsir serta mencemarkan nama baik militer Tiongkok.

"Laporan itu mencemarkan nama baik modernisasi militer China, pengeluaran pertahanan, kebijakan nuklir dan masalah lainnya," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan dikutip dari AFP, Kamis (3/9).

Studi tahunan Pentagon tentang kekuatan Militer China yang dirilis Selasa (1/9) mengungkap bahwa Tiongkok telah menyamai atau melampaui kekuatan militer AS di beberapa bidang pertahanan.

Laporan itu juga mengungkap Tentara Pembebasan Rakyat China siap memenangkan konflik apa pun dengan AS terkait Taiwan. Chian diketahui menganggap Taiwan sebagai wilayahnya.

Pemerintah China mengatakan laporan itu adalah contoh terbaru dari ketakutan AS untuk membenarkan anggaran militernya sendiri sebagai yang tertinggi di dunia.

"China selalu menjalankan kebijakan pertahanan nasional defensif dan semua orang tahu bahwa China adalah pembangun perdamaian dunia," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying.



China kemudian menyerang balik AS dan berkata pangkalan militer AS yang berada di seluruh Pasifik menjadi pemicu ketegangan di Asia.

Ketegangan antara kedua negara adidaya tersebut telah membara di Laut China Selatan dalam beberapa pekan terakhir, di mana China menegaskan klaim teritorial yang disengketakan oleh negara tetangga termasuk Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Taiwan.


Pentagon bulan lalu mengatakan bahwa latihan China yang melibatkan peluncuran rudal balistik di laut mengancam keamanan regional. Di sisi lain, China telah mengecam AS yang membuat daftar hitam atas dua lusin perusahaan milik negara China terkait kegiatan di Laut China Selatan.

(ndn/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK