Topan Maysak Landa Korsel, 2.200 Orang Mengungsi dan 1 Tewas

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 03/09/2020 10:46 WIB
Topan Maysak menerjang Korea Selatan pada Kamis (3/9) pagi di Busan hingga menewaskan satu orang dan lebih dari 2.200 warga mengungsi. Topan Maysak menerjang Korsel pada Kamis (3/9) pagi. (Foto: AP/Ryu Young-suk)
Jakarta, CNN Indonesia --

Topan Maysak melanda Korea Selatan pada Kamis (3/9) pagi di Busan, pantai selatan negara tersebut. Hujan deras disertai angin deras menyebabkan seorang perempuan tewas dan lebih dari 2.200 orang diungsikan dari rumah mereka.

Perempuan yang tewas diketahui terkena hembusan angin kencang yang sempat menghancurkan apartemennya di Busan.

Tak hanya itu, seorang pria berusia 60-an tahun ditemukan terluka ketika angin menumbangkan dan menghancurkan lemari es yang berada di luar rumahnya.


Lebih dari 2.200 orang saat ini berada di tempat penampungan sementara. Aliran listrik di seluruh bagian selatan Korsel dan Pulau Jeju dimatikan sejak Rabu (2/9) malam yang berimbas terhadap sekitar 120 ribu rumah.

Badan Meteorologi Korea Selatan memperkirakan hujan lebat dan angin kencang akan melemah di kawasan pantai selatan.

"Pengaruh topan di negara kami secara bertahap akan melemah. Hujan lebat dan angin kencang diperkirakan bergerak ke wilayah timur," kata Badan Meteorologi Korsel seperti dilansir dari AFP.

People look at an electric pole downed by Typhoon Maysak in the southeastern port city of Ulsan on September 3, 2020. - At least one person was killed and more than 2,000 people evacuated to temporary shelters in South Korea as a powerful typhoon churned across the peninsula, authorities said on September 3. (Photo by - / YONHAP / AFP) / - South Korea OUT / REPUBLIC OF KOREA OUT  NO ARCHIVES  RESTRICTED TO SUBSCRIPTION USEKerusakan akibat Topan Maysak yang menerjang Korsel. (Foto: YONHAP / AFP)

Saat ini topan Maysak bergerak menuju ke sisi timur semenanjung Korea ke Laut Jepang dengan kecepatan hingga 140 kilometer per jam.

Topan Maysak diperkirakan akan kembali mendarat di Korea Utara pada Kamis sekitar pukul 3 dini hari waktu setempat di provinsi Hamgyong Utara.

Media pemerintah Korut KCNA menyiarkan langsung situasi topan yang berdampak besar bagi negara yang dipimpin Kim jong-un itu.

"Ciri dari topan ini adalah curah hujan yang tinggi mulai pukul 21.00 pada 2 September hingga pukul 06.00 pada 3 September. Total curah hujan adalah 200 milimeter," kata seorang reporter berita untuk Televisi Sentral Korea yang melaporkan dari pelabuhan timur Wonsan.

Maysak, topan yang diambil dari salah satu jenis pohon bunga Kamboja menjadi topan kedua yang menghantam semenanjung Korea dalam sepekan terakhir.

(evn/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK