Debat Tentara-Kondektur Gara-gara Karcis Viral di Mesir

Middle East Monitor, CNN Indonesia | Senin, 14/09/2020 08:55 WIB
Debat antara seorang tentara dan kondektur di atas kereta api di Mesir terkait persoalan karcis menjadi perbincangan di medsos. Ilustrasi. Debat antara seorang tentara dan kondektur di atas kereta api di Mesir terkait persoalan karcis menjadi perbincangan di medsos. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah peristiwa dua kondektur kereta api yang berdebat dengan seorang tentara gara-gara tiket di Mesir beredar luas di media sosial.

Sang kondektur justru diduga melakukan pelecehan terhadap prajurit tersebut.

Seperti dilansir Middle East Monitor, Minggu (13/9), peristiwa itu terjadi dalam perjalanan kereta Mansoura-Kairo. Kedua kondektur tersebut meminta sang tentara untuk membayar lagi karcis kereta yang sebenarnya sudah dibelinya.


Jika tidak mau membayar, tentara itu diminta untuk turun dari kereta.

Tentara itu sudah berusaha untuk memberitahu kondektur bahwa dia telah membayar tiketnya. Namun, desakan dari kondektur itu membuatnya memilih untuk meninggalkan kereta tersebut.

Seorang penumpang perempuan yang melihat kejadian itu pun turun tangan dan berusaha untuk membayarkan tiket sang prajurit. Namun, tentara itu menolaknya.

Penumpang lain mengabadikan insiden ini dan mengunggahnya ke media sosial.

Warga Mesir yang tak terima perlakukan itu meminta kondektur tersebut untuk dihukum. Selain itu, warganet Mesir juga menyoroti dua kondektur yang tidak mengenakan masker di tengah pandemi Covid-19.

Kondektur itu juga dicerca lantaran sempat meminta tentara itu untuk melepas maskernya agar bisa lebih mendengar apa yang dia katakan. Sang tentara menolak karena dia mematuhi protokol kesehatan.

Video yang viral ini membuat Kementerian Transportasi Mesir meminta maaf atas kelakuan kondektur kereta tersebut.

"Kami menghormati semua anggota angkatan bersenjata yang gagah berani dan polisi pada khususnya," pernyataan resmi Kementerian Transportasi Mesir.

Kementerian juga mengatakan mendenda dua kondektur kereta api setelah dilakukan penyelidikan atas pelecehan verbal tersebut. Kepala kondektur kereta Api Adel Farouk Abdel-Hadi juga akan mendapatkan pemotongan gaji 50 hari, dan pengawas kereta api Adel Salah Abdel-Moneim 15 hari.

Mereka juga dimutasi untuk bekerja di kereta barang dan dikenai denda 4.000 pound Mesir atau sekitar Rp3,8 juta karena tindakannya.

Permasalahan kondektur ini bukan yang pertama di Mesir. Oktober 2019 lalu, seorang pria meninggal dunia dan seorang lagi terluka karena kondektur meminta mereka untuk melompat karena tidak memiliki tiket, dari kereta yang tengah melaju.

(ptj/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK