Kasus Corona Turun, Korsel Longgarkan Pembatasan

Associated Press, CNN Indonesia | Senin, 14/09/2020 12:25 WIB
Korsel mulai melonggarkan serangkaian pembatasan di Seoul setelah mencatat penurunan harian kasus infeksi virus corona. Korsel mulai melonggarkan sejumlah pembatasan setelah ada penurunan kasus harian infeksi corona. (Foto: AP/Ahn Young-joon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Korea Selatan mulai melonggarkan serangkaian pembatasan di Seoul setelah mencatat penurunan kasus harian infeksi virus corona. Penurunan kali ini tercatat sebagai yang terendah dalam sebulan terakhir.

Penurunan kasus kali ini membuat pemerintah melonggarkan aturan jarak fisik di wilayah Seoul. Pelonggaran ini sekaligus upaya untuk memperbaiki sektor perekonomian.

Mengutip Associated Press, pelonggaran ini secara resmi berlaku mulai Senin (14/9) selama dua pekan. Kafe dan toko roti diizinkan untuk menerima pelanggan untuk makan dan minum di tempat.


Larangan jam operasional kafe dan restoran hingga jam 9 malam juga telah dicabut. Sedangkan pusat kebugaran dalam ruangan dan kegiatan akademisi baru dibuka kembali setelah sekolah dapat dibuka.

Aturan untuk membuka kembali bisnis tetap harus memberlakukan aturan jaga jarak, membatasi kursi antar pengujung dan wajib mengenakan masker.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan melaporkan pada Senin (14/9) ada penambahan 109 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Penambahan ini menjadikan total kasus Covid-19 menjadi 22.285 dengan 363 kematian.

Selama 12 hari berturut-turut Korea Selatan mencatat penurunan harian kasus corona. Penambahan kasus baru kali ini juga merupakan penghitungan harian terendah sejak pertengahan Agustus lalu.

Korea Selatan kembali memperketat pembatasan sosial setelah terjadi lonjakan kasus baru corona pada Agustus lalu, sekitar 332 kasus baru.

Saat itu menjadi kasus harian tertinggi sejak Korsel melaporkan pandemi Covid-19 pada awal Maret lalu. Menghadapi gelombang pertama corona, pemerintah Korsel pun mulai memperketat pembatasan, terutama di ibu kota Seoul yang mencatat 300 kasus baru selama dua hari berturut-turut.

"Kami berada pada tahap yang sangat genting ketika kami dapat melihat awal gelombang kedua secara nasional," kata Menteri Kesehatan Park Neung-hoo mengutip AFP.

Korsel merupakan salah satu negara yang pertama kali melaporkan infeksi corona di luar dataran China. Tak hanya itu, Korsel juga berhasil mengendalikan penyebaran virus dengan melakukan pelacakan dan tes secara masif.

(ndn/evn)

[Gambas:Video CNN]