Studi: Anak-Anak Tanpa Gejala Dapat Menularkan Covid-19

CNN, CNN Indonesia | Minggu, 13/09/2020 12:07 WIB
Hasil studi terbaru di AS menunjukkan anak-anak dengan gejala ringan atau tanpa gejala dapat menyebarkan Covid-19 pada orang lain. Ilustrasi. Hasil studi terbaru di AS menunjukkan anak-anak dengan gejala ringan atau tanpa gejala dapat menyebarkan Covid-19 pada orang lain. (Istockphoto/ Mdurson)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah hasil studi terbaru menunjukkan anak-anak dengan gejala ringan atau tanpa gejala dapat menyebarkan Covid-19 pada orang lain.

Laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melacak kontak anak-anak yang terjadi di fasilitas penitipan anak.

Para peneliti menganalisis data pelacakan kontak pada 184 orang yang berhubungan dengan tiga fasilitas penitipan anak di Salt Lake County dari April hingga Juli lalu.


Hasilnya, CDC mendapati 12 anak, termasuk satu anak berusia delapan bulan, tertular Covid-19 di fasilitas penitipan anak. Mereka menyebarkannya pada setidaknya 12 orang lain di luar fasilitas penitipan anak tersebut.

Dua anak positif Covid-19 yang tidak memiliki gejala juga menularkan virus kepada orang lain, termasuk seorang ibu yang sedang dirawat di rumah sakit. Bayi yang berusia delapan bulan juga menularkan virus kepada kedua orang tuanya.

"Dua dari tiga anak tanpa gejala kemungkinan menularkan SARS-CoV-2 kepada orang tua mereka dan mungkin kepada guru mereka," tulis peneliti Cuc Tran dan rekannya, dari CDC dalam laporan mereka, seperti dilansir CNN, Minggu (13/9).

Para peneliti menyebut bahwa dua dari wabah di fasilitas penitipan anak tersebut dimulai dari salah satu pekerja yang memiliki kontak dengan virus dari rumah mereka.

Secara keseluruhan, anak-anak menyumbang 13 dari 31 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi terkait dengan fasilitas penitipan anak tersebut dan semua anak memiliki gejala ringan atau tidak ada gejala. Seperti diketahui sebelumnya, Covid-19 pada anak-anak tidak menunjukkan gejala yang parah.

"Covid-19 tidak terlalu parah pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa, tetapi anak-anak masih dapat berperan dalam penularan," tulis CDC.

Peneliti CDC menyimpulkan bahwa anak-anak dapat membawa virus dan menularkannya kepada orang lain.

CDC merekomendasikan agar pelacakan kontak dan pengujian Covid-19 yang tepat pada fasilitas penitipan anak dapat membantu mencegah penyebaran virus. Masker pada pekerja di fasilitas penitipan anak juga harus terus dipakai mengingat anak terutama di bawah dua tahun tidak disarankan menggunakan masker.

Hingga saat ini lebih dari 500 ribu anak-anak di AS didiagnosis positif Covid-19, dengan peningkatan 16 persen pada akhir Agustus hingga awal September.

Di Indonesia, data pada awal Agustus menunjukkan kasus Covid-19 pada anak berusia di bawah 18 tahun mencapai lebih dari 11 ribu kasus. Secara rinci, dari total kasus keseluruhan sebanyak 2,3 persen merupakan anak berusia 0-5 tahun dan 6,8 persen merupakan anak berusia 6-18 tahun.

Pada Agustus lalu, peneliti Korea Selatan juga melaporkan bahwa anak-anak, bahkan mereka yang tidak memiliki gejala, dapat membawa virus corona di hidung dan tenggorokan mereka selama berminggu-minggu. Studi lain menemukan bahwa anak-anak di bawah usia 5 tahun memiliki materi genetik virus corona 10 hingga 100 kali lebih banyak di hidung mereka daripada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa.

(ptj/ayp)

[Gambas:Video CNN]