Gedung Dipakai Kampanye Trump, Perusahaan Nevada Didenda

CNN, CNN Indonesia | Selasa, 15/09/2020 20:05 WIB
Xtreme Manufacturing didenda Rp44,5 juta karena bangunan mereka digunakan kampanye terbuka oleh capres petahana AS, Donald Trump. Ilustrasi pendukung calon presiden petahana Amerika Serikat, Donald Trump, dalam kampanye. (AP/Evan Vucci)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah perusahaan di Negara Bagian Nevada, Xtreme Manufacturing, diancam denda USD3.000 atau sekitar Rp44,5 juta, karena mengizinkan bangunan mereka digunakan untuk kampanye terbuka dalam ruangan oleh calon presiden petahana Amerika Serikat, Donald Trump.

Kampanye itu  dinilai melanggar protokol kesehatan yang diterbitkan pemerintah setempat di masa pandemi virus corona (Covid-19).

Xtreme Manufacturing berlokasi di kota Henderson-salah satu kota di negara bagian Nevada.


Petugas informasi Publik Kota Henderson, Kathleen Richards, mengatakan bahwa selama acara tersebut berlangsung seorang petugas pengawas menemukan enam pelanggaran.

Richards menambahkan, perusahaan itu diberi waktu selama 30 hari untuk menanggapi pemberitahuan tersebut.

"Perusahaan memiliki waktu 30 hari untuk menanggapi pemberitahuan dan membayar denda atau mempersengketakan pemberitahuan pelanggaran," ucapnya seperti dilansir CNN, Selasa (15/9).

Kampanye Trump di dalam ruangan itu dilakukan di tengah fakta bahwa jumlah kematian akibat corona di AS mendekati angka 200 ribu orang. Hal itu terjadi setelah kamanye dalam ruangan di Tulsa, Oklahoma.

Sementara itu, Pemilik Xtreme Manufacturing, Don Ahern, mempunyai alasan tersendiri membolehkan gedungnya digunakan untuk ajang kampanye Trump.

"Tujuan saya adalah melanjutkan tradisi besar Amerika tentang hak berkumpul dan kebebasan berbicara," katanya dalam konferensi pers singkat.

Selain Xtreme, Ahern diketahui memiliki bisnis persewaan peralatan dan hotel di Las Vegas. Dia menilai kampanye yang dilakukan Trump di dalam ruangan tidak berbeda dengan ribuan orang yang berkumpul di meja judi di Las Vegas.

Kendati Ahern berpendapat seperti itu, dia masih memaklumi sanksi yang telah diberikan oleh otoritas setempat.

"Anda tahu, mereka punya pekerjaan yang harus dilakukan. Mereka mungkin diarahkan. Jadi kami menghormati posisi semua orang dalam situasi ini," ucapnya.

Hotel milik Ahern di Las Vegas juga telah diberi izin untuk menggelar kampanye "Evangelicals for Trump" pada Agustus lalu, yang juga melanggar beberapa protokol kesehatan yang telah diterbitkan lembaga pemerintahan setempat.

Trump dilaporkan tetap menggelar kampanye pemilihan presiden terbuka dalam ruangan di Negara Bagian Nevada dan tidak menaati protokol kesehatan.

Massa pendukung yang memadati lokasi kampanye sangat padat dan hampir semuanya tidak menggunakan masker. Hanya mereka yang berada di tribun tepat di belakang Trump, yang gambarnya akan ditampilkan di televisi, diwajibkan untuk mengenakan masker.

(ndn/ayp)

[Gambas:Video CNN]