Qatar Enggan Ikuti UEA-Bahrain Normalisasi dengan Israel

Bloomberg, The Hill, CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 17:35 WIB
Qatar tidak akan mengikuti jejak UEA dan Bahrain untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Ilustrasi bendera Qatar. Qatar tidak akan mengikuti jejak UEA dan Bahrain untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. (iStockphoto/Derek Brumby)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asisten Menteri Luar Negeri Qatar, Lolwah Alkhater, mengatakan bahwa mereka tidak mengikuti jejak Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel, dan tetap mendukung kemerdekaan Palestina.

Setidaknya, hingga negara Zionis itu menyelesaikan konfliknya dengan Palestina.

"Kami tidak berpikir bahwa normalisasi adalah inti dari konflik ini dan karenanya tidak bisa menjadi jawabannya. Inti dari konflik ini adalah tentang kondisi drastis yang dialami Palestina 'sebagai orang tanpa negara, hidup di bawah pendudukan'," terang Alkhater, seperti dikutip The Hill, Selasa (15/9).


Dalam wawancara dengan Bloomberg, Alkhater juga mengisyaratkan bahwa pemboikotan tiga tahun terhadap Qatar kemungkinan akan segera berakhir.

"Dalam beberapa bulan terakhir, ada pesan dan utusan yang bolak-balik (memasuki Qatar). Masih terlalu dini untuk membicarakan tentang terobosan nyata, tapi beberapa pekan mendatang mungkin (kami) akan mengungkapkan sesuatu yang baru," ujarnya.

Alkhater menolak untuk mengidentifikasi negara mana yang memboikot Qatar. Namun, di masa lalu, para pejabat Qatar mengatakan prioritas akan diberikan untuk memperbaiki hubungan dengan Arab Saudi.

Komentar Alkhater muncul saat upacara penandatanganan Abraham Accord antara Bahrain, UEA dan Israel di Gedung Putih, Amerika Serikat.

Pemerintahan Presiden Donald Trump mengatur perjanjian bersejarah itu pada bulan lalu menjelang pemilihan umum AS. Bahrain menyatakan bahwa mereka akan menjadi negara Arab kedua setelah UEA yang melakukan perjanjian tersebut.

UEA dan Bahrain merupakan sekutu Arab Saudi. Sementara hubungan Qatar dengan Arab Saudi tengah memanas.

Pada 2017, Arab Saudi, Bahrain, UEA, dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar karena hubungan Qatar dengan Iran.

Iran menjadi salah satu target dari pengesahan Abraham Accord, yang sebagian bertujuan untuk mengisolasi negara pimpinan Ayatollah Ali Khamenei itu meluaskan pengaruh di Timur Tengah.

Trump dan sejumlah pejabatnya mengatakan mereka memperkirakan akan lebih banyak negara Arab yang menyusul kesepakatan tersebut.

Penasihat Senior Gedung Putih sekaligus menantu Trump, Jared Kushner, mengatakan dia merasa itu merupakan "keniscayaan" bahwa semua negara Timur Tengah akan menormalisasi hubungan dengan Israel.

Sementara itu, warga Palestina memandang perjanjian itu sebagai bentuk pengkhianatan.

(ans/ayp)

[Gambas:Video CNN]