Israel Lockdown, Sinagog Agung di Yerusalem Tutup

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 19/09/2020 07:31 WIB
Sinagog Agung di Yerusalem akan ditutup untuk pertama kali sejak 1958 karena Israel memberlakukan lockdown kedua kalinya karena virus corona. Sinagog Agung di Yerusalem akan tutup untuk pertama kali sejak 1958 jelang Israel lockdown. (Foto: iStockphoto/flik47)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sinagog Agung di Yerusalem akan ditutup untuk pertama kalinya sejak 1958 selama Tahun Baru Yahudi karena virus corona. Pihak berwenang mengatakan pada Rabu (6/9) penutupan ini dilakukan ketika Israel bersiap untuk penguncian wilayah (lockdown) yang kedua.

Israel telah mencatat tingkat infeksi virus corona tertinggi di dunia selama dua minggu terakhir, menurut penghitungan AFP. Israel menjadi negara pertama yang memberlakukan lockdown kedua.

Langkah-langkah lockdown yang diumumkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, akan mulai berlaku pada Jumat (18/9) sore, selang beberapa jam sebelum dimulainya festival Tahun Baru yang dikenal sebagai Rosh Hashanah.


Penguncian selama tiga minggu ditetapkan untuk tetap berlaku selama hari libur Yahudi Yom Kippur dan Sukkot, periode ketika sinagog biasanya dipenuhi dengan jemaah.

Dewan Sinagog Agung mengumumkan penutupan saat Tahun Baru dalam sebuah pernyataan yang diunggah dalam situs resmi pada Rabu lalu.

Otoritas Israel telah menerbitkan pedoman untuk membatasi jumlah jamaah berdasarkan ukuran sebuah bangunan, yang berarti secara teori dapat menampung sekitar 200 orang.

"Tapi kami memutuskan tidak akan mengambil risiko apa pun. Kami tidak pernah menutupnya sejak pembuatannya," kata presiden Sinagog Agung, Zalli Jaffe, kepada Associated Press.

A picture taken on September 15, 2020 shows the closed Jerusalem Great Synagogue. - Jerusalem's Great Synagogue will be closed for the first time over Jewish New Year, as Israelis brace for a second lockdown to tackle the coronavirus. Israel has registered the world's highest coronavirus infection rate over the past two weeks, according to an AFP tally, and is set to be the first country to enforce a second nationwide shutdown. The measures announced by Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu will be imposed on Friday afternoon, hours before the start of the New Year festival known as Rosh Hashanah. (Photo by MENAHEM KAHANA / AFP)Sinanog Agung di Yerusalem tutup untuk pertama kalinya karena virus corona. (Photo by MENAHEM KAHANA / AFP)

Situs suci biasanya menyambut antara 1.100 dan 1.700 jamaah untuk setiap kebaktian selama hari raya Yahudi.

"Kriteria paling penting dalam Yudaisme adalah keamanan, keamanan fisik setiap manusia dan lewat serangkaian pertimbangan kami memutuskan bahwa ini menjadi satu-satunya pertimbangan yang bisa diadopsi," kata Jaffe (67) yang telah berdoa di situs itu sejak kecil.

Dibangun di atas fondasi sinagog yang jauh lebih kecil, Sinagog Agung diresmikan pada tahun 1982.

Sinagog agung di Yerusalem merupakan tempat peribadahan kaum Ortodoks selama beberapa dekade terakhir. Presiden Israel secara tradisional menghadiri Yom Kippur.

Permulaan pandemi virus corona mendorong Sinagog Agung ditutup pada Maret, dan pintunya tetap ditutup sejak saat itu. Perayaan Tahun Baru ditandai dengan makan apel yang dicelupkan ke dalam madu yang menjadi tradisi Yahudi untuk melambangkan awal yang manis.

Israel telah melaporkan hampir 175.256 kasus virus korona dan 1.169 kematian, dari populasi sembilan juta.

Di bawah peraturan baru Israel, sebagian besar tempat ibadah akan diizinkan untuk menampung maksimal 10 orang. Bar, restoran, dan situs budaya akan ditutup, meskipun pemandian umum untuk ritual dan fasilitas keagamaan lainnya tetap dibuka.

(evn)

[Gambas:Video CNN]